GOPOS.ID, GORONTALO – Suara mesin dan dentuman alat berat yang biasanya terdengar di lokasi TMMD ke-126 berubah menjadi riuh semangat belajar.
Siang itu, Balai Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menghadirkan suasana berbeda. Di depan layar proyektor sederhana, Serka Eric S. Wafa memberikan pelatihan literasi digital kepada warga dan pemuda desa.
Melalui penjelasan yang ringan dan mudah dipahami, Serka Eric mengajak peserta mengenal dunia internet, peluang usaha berbasis daring, serta cara memanfaatkan teknologi untuk membuka kesempatan ekonomi baru di pedesaan.
“Kalau dulu kami membangun jalan beton, sekarang kami juga ingin membangun jalan pengetahuan,” ujarnya penuh semangat.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kali ini memang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar siap menghadapi era digital.
Serka Eric melihat kesenjangan pengetahuan teknologi di pedesaan sebagai peluang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pelatihan berlangsung sederhana, namun penuh makna. Di bawah bendera merah putih, para peserta dari ibu rumah tangga hingga pemuda desa mendengarkan dengan antusias.
Mereka diajarkan cara menggunakan ponsel pintar secara produktif, mulai dari membuat konten hingga memasarkan produk lokal secara daring.
“Internet ternyata bisa bantu jual hasil kebun juga, Pak,” ujar salah satu warga dengan antusias, sambil mencoba mengunggah foto produknya.
Tak butuh waktu lama, hasil pelatihan mulai terlihat. Beberapa warga membuka akun jualan online, sementara para pemuda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan potensi wisata desa.
Tonala perlahan berubah menjadi desa yang tidak hanya kuat dalam gotong royong fisik, tetapi juga melek teknologi.
Menurut Serka Eric, inisiatif ini merupakan bentuk nyata semangat TMMD yang sesungguhnya: menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan.
“Jalan yang kami bangun bukan hanya menghubungkan dusun ke dusun, tapi juga menghubungkan warga dengan dunia digital,” tuturnya.
Program TMMD ke-126 di Desa Tonala kini menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan inovasi. Tempat yang dulu digunakan untuk rapat kini bertransformasi menjadi pusat pembelajaran.
Prajurit berperan sebagai pengajar, warga menjadi pelajar, dan semangat kebersamaan menjadi energi utama.
Di penghujung kegiatan, layar proyektor menampilkan pesan sederhana, “Belajar hari ini untuk hidup lebih baik esok.”
Pesan itu menggambarkan esensi dari TMMD kali ini bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton yang mengeras, tetapi dari pengetahuan yang mengakar.
Dari tangan prajurit dan semangat warga, lahirlah kisah pengabdian yang melampaui batas fisik. Desa Tonala kini memiliki dua kekuatan baru: infrastruktur yang kokoh dan wawasan yang terbuka.
Dari sinilah, masa depan Gorontalo disusun bukan hanya dengan tenaga, tapi juga dengan ilmu dan ketulusan hati. (Isno/gopos)








