GOPOS.ID, MARISA – Keluhan masyarakat penambang emas di Kabupaten Pohuwato kian mengemuka menyusul tidak adanya pembeli emas dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah toko emas di wilayah itu tutup sementara, sehingga hasil tambang warga tidak dapat diperjualbelikan seperti biasanya.
Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan penambang. Pasalnya, aktivitas menambang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga. Ketika emas yang mereka peroleh tidak bisa dijual, otomatis perputaran ekonomi masyarakat ikut terhenti.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menyampaikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan saat ini tengah berupaya mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat.
Menurut Saipul, persoalan terhentinya pembelian emas bukan semata-mata terjadi di tingkat lokal, melainkan berkaitan dengan alur distribusi dan permodalan dari luar daerah.
“Uang penampung emas di sini kan dari Surabaya sana. Mereka belum mengirimkan uang karena bos besar di sana masih berurusan dengan pihak berwajib. Kami masih menunggu jawaban dari sana sembari mencarikan solusi,” jelas Saipul, Senin (02/03/2026).
Akibat kondisi ini, sejumlah toko emas memilih tutup sementara karena tidak memiliki likuiditas untuk membeli emas dari para penambang. Dampaknya, para penambang kini kebingungan mencari tempat menjual hasil tambang mereka.
Pemerintah daerah, lanjut Saipul, tengah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan situasi ini tidak berlarut-larut. Ia juga mengaku memahami betul keresahan masyarakat, terlebih menjelang kebutuhan ekonomi yang terus berjalan setiap hari.
“Kami paham ini menyangkut perut masyarakat. Karena itu, kami tidak tinggal diam. Kami terus berkoordinasi dan berupaya mencari jalan keluar agar aktivitas jual beli emas bisa kembali normal,” tutup Saipul.(Yusuf/Gopos)








