GOPOS.ID, GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa yang hadir secara daring membuka rangkaian kegiatan Reuni Alumni Akademi Gizi Manado, Senin (23/03/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di Aula Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan berlangsung secara hybrid, memadukan kehadiran peserta secara luring dan daring dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan Seminar Nasional bertema “Sinergi Profesi Kesehatan dalam Mendukung Layanan Gizi Berbasis Artificial Intelligence”, yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menghadapi perkembangan teknologi kesehatan, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan gizi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Anang S. Otoluwa menyampaikan bahwa momentum reuni tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kontribusi tenaga gizi dalam pembangunan kesehatan.
“Reuni ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi. Tenaga gizi memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence dalam pelayanan,” ujar Anang.
Ia juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor dan peningkatan kompetensi menjadi kunci dalam menjawab tantangan masalah gizi yang masih dihadapi masyarakat.
Seminar nasional ini turut menghadirkan keynote speech dari Direktur Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Yudi Pramono, yang menyoroti pentingnya penguatan tenaga kesehatan sebagai fondasi transformasi sistem kesehatan nasional.
Dalam paparannya, Yudi menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan elemen utama dalam keberhasilan transformasi layanan kesehatan.
“Tenaga kesehatan adalah wajah dari sistem kesehatan. Transformasi kesehatan tidak akan berjalan tanpa penguatan kapasitas, pemerataan distribusi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan artificial intelligence,” jelas Yudi. (Putra/Gopos)








