No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Sekolah Rakyat: Jalan Baru Anak Negeri Menuju Harapan

Hasan by Hasan
Jumat 2 Oktober 2026
in Menyapa Nusantara
0
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti makan siang bersama siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/agr

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti makan siang bersama siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/agr

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dua tahun berjalan, program Sekolah Rakyat kini menjadi salah satu tonggak penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Diluncurkan bertahap sejak Juli 2025, program ini berkembang pesat dari proyek rintisan menjadi jaringan pendidikan yang terstruktur dan menjangkau pelosok negeri.

Oleh: M. Riezko Bima Elko Prasetyo

Puncak dari percepatan program ini ditandai pada 12 Januari 2026, ketika Presiden Prabowo meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Langkah awal tersebut langsung memberikan akses pendidikan layak bagi 15.954 siswa dari keluarga prasejahtera, disokong oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah resmi berdiri dan aktif beroperasi. Jika digabungkan dengan sekolah rintisan, kini terdapat 182 Sekolah Rakyat yang menampung lebih dari 44.000 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA.

​Capaian ini menjadi pijakan awal yang kokoh untuk mengejar target pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Program ini bertujuan merangkul 4,16 juta anak Indonesia yang tidak atau putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi maupun akses geografis, sebagaimana tercatat dalam data terintegrasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Program ini dirancang secara efektif dengan merombak sistem seleksi dan kurikulum sekolah konvensional demi menegakkan asas keadilan sosial. Sekolah Rakyat meniadakan tes seleksi akademik yang sering meminggirkan anak-anak prasejahtera akibat ketimpangan akses fasilitas belajar sejak dini, serta kompleksitas lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang.

Sebagai gantinya, diterapkan tes DNA talent berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan bakat bawaan dan potensi alamiah siswa. Skema ini lazim digunakan oleh banyak sekolah-sekolah atau lembaga bimbingan belajar tambahan yang bertarif mahal, sehingga hanya bisa dijangkau oleh anak dari keluarga kelas menengah ke atas di kota besar.

Hasil pemetaan Kementerian Sosial bersama sebuah lembaga pendidikan ternama di Jakarta terhadap lebih dari 15 ribu siswa Sekolah Rakyat tahun pertama menunjukkan bahwa 54,2 persen siswa dari keluarga prasejahtera ini unggul di bidang talenta sosial. Sementara itu, 34,3 persen unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta 11,5 persen sisanya unggul di bidang bahasa.

Baca Juga :  Infografik: Tiga Pesawat Rafale Siap Jaga Langit Indonesia

Kebijakan yang membuat Sekolah Rakyat istimewa adalah paduan dari hasil pemetaan potensi tersebut dengan kurikulum berprinsip multi-entry multi-exit. Melalui kurikulum ini, siswa dapat masuk dan lulus secara dinamis menyesuaikan usia, kemampuan akademik, hingga perkembangan kepribadian. Hal ini penting karena para peserta didik memiliki latar belakang yang sangat beragam. Harapannya, para siswa benar-benar siap secara akademis, fisik, dan mental saat terjun ke masyarakat.

​Tidak hanya siswa, para guru, tenaga kependidikan, hingga wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat juga dipersiapkan secara matang. Mereka adalah talenta muda lulusan terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat dari tingkat provinsi hingga pusat oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Di dalam lingkungan asrama, para siswa tidak hanya dibimbing dalam mata pelajaran akademis, tetapi juga dibekali keterampilan vokasional, sertifikasi kompetensi, literasi keuangan digital, kebudayaan, hingga penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, dan Jerman.

Dari sini terlihat bahwa pemerintah tidak main-main untuk mempersiapkan para siswa jebolan Sekolah Rakyat. Mereka ditempa menjadi tenaga kerja terampil yang berdaya saing tinggi, siap mengisi pasar kerja nasional maupun internasional, atau menembus persaingan ketat di berbagai perguruan tinggi ternama.

​Keunggulan mendasar lain yang membedakan Sekolah Rakyat dari sekolah umum adalah penerapan intervensi berbasis keluarga (family-centered intervention). Pemerintah menyadari bahwa memindahkan anak ke asrama tanpa membenahi kondisi ekonomi keluarganya hanya menyelesaikan sebagian masalah.

​Oleh karena itu, di bawah arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat anak-anak dididik dan dipenuhi kebutuhannya di asrama, orang tua mereka di rumah turut disokong melalui program pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial terpadu.

Baca Juga :  Belajar dari Pemkot Surabaya: Kemiskinan Berhenti di Sekolah

​Orang tua atau wali siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan mendapat bantuan modal dan pendampingan usaha melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), diintegrasikan ke dalam kepesertaan penebalan bansos Program Keluarga Harapan (PKH), serta memperoleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tidak berhenti di situ, rumah-rumah keluarga siswa yang tidak layak huni dipugar secara bertahap melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST), seperti pembenahan 31 unit rumah orang tua siswa di Kabupaten Tabanan, Bali. Dengan skema holistik ini, saat anak menyelesaikan pendidikan dan siap mandiri, kondisi ekonomi serta sanitasi keluarganya di rumah pun telah terangkat ke taraf yang jauh lebih layak.

Sekolah Rakyat juga menjangkau masyarakat adat, salah satunya melalui Sekolah Rakyat di Jambi.

Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial melaporkan bahwa 3 dari 40 siswa SRMA Jambi merupakan anak-anak Suku Talang Mamak, yaitu Kevin Saputra (18), Rio Ardianto (18), dan Rido (20). Suku Talang Mamak sendiri merupakan komunitas adat yang bermukim di pedalaman Jambi, tepatnya di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Dusun Semerantihan, Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

​Sementara itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Putri (19), seorang anak penjaga makam, membuktikan bahwa kemiskinan tidak membatasi potensi intelektual. Melalui tempaan dan dukungan penuh di Sekolah Rakyat, Putri berhasil meraih beasiswa penuh untuk melanjutkan studi pada Program Studi Sistem Informasi ESQ Business School Jakarta tahun akademik 2026/2027.

​Rekam jejak dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Sekolah Rakyat membuktikan bahwa akses pendidikan yang setara dan dijamin negara mampu mengubah ketidakberdayaan menjadi keberdayaan nyata.

​Dengan memadukan jaminan pendidikan berasrama yang bermutu, pemanfaatan teknologi, dan pembenahan ekonomi keluarga secara simultan, pemerintah tidak hanya berupaya membebaskan putra-putri Indonesia dari belenggu kemiskinan hari ini, melainkan sedang meletakkan fondasi terkuat bagi terwujudnya kemandirian bangsa menuju era Indonesia Emas 2045.(Antara/gopos)

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Dua Tahun Wakil Gorontalo di Senayan

Next Post

Pertamina dan Kebun Raya Pucak Eksplorasi Flora Sulawesi, Enam Jenis Tanaman Dibawa untuk Konservasi

Related Posts

Menyapa Nusantara

Infografik: Respons Cepat Indonesia Atasi Influenza A dan B

Senin 5 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Kesiapan Rupiah Memasuki Era Digital Currency

Sabtu 3 Oktober 2026
Ilustrasi permohonan merek. (ANTARA/HO-DJKI Kemenkum RI)
Menyapa Nusantara

Urus Merek dan Desain Industri Ditarget Rampung Paling Lama 4 Bulan

Kamis 1 Oktober 2026
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan sambutan dalam penandatanganan nota kesepahaman sinergi pengelolaan SP4N-LAPOR! di Jakarta, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Menyapa Nusantara

Wamendagri: Sistem Pengaduan Publik Harus Jadi Evaluasi Kebijakan

Rabu 30 September 2026
Suasana pendampingan dan penjangkauan oleh petugas DP3APPKB Surabaya terhadap anak yang dilaporkan diajak mengamen hingga malam hari, Selasa (29/9/2026). Pemkot memastikan pemenuhan hak anak serta menawarkan pelatihan keterampilan bagi orang tua sebagai solusi alternatif penghidupan keluarga. (ANTARA FOTO/HO-Diskominfo Surabaya)
Menyapa Nusantara

RUU Perlindungan Anak Jalanan: Belajar dari Kasus Surabaya

Rabu 30 September 2026
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat menerima audiensi sejumlah serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Menyapa Nusantara

DPR Targetkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung 8 Oktober

Selasa 29 September 2026
Next Post
Eksplorasi dan Konservasi Flora Sulawesi yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 8–9 September 2026.

Pertamina dan Kebun Raya Pucak Eksplorasi Flora Sulawesi, Enam Jenis Tanaman Dibawa untuk Konservasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • KKP dan Kemedagri Beri Masukan Ranpergub Pengelolaan Gurita Sulawesi Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejumlah Pamen dan Pama Polda Gorontalo Dimutasi, Berikut Daftarnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BKAD Gorontalo Konsultasi Evaluasi Perubahan APBD Kabupaten Boalemo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang: Eks Kasatgas MBG Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BKAD Provinsi Gorontalo Evaluasi Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.