No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Cegah Campak pada Bayi, Orang Tua Diminta Perketat PHBS

Hasan by Hasan
Sabtu 25 April 2026
in Menyapa Nusantara
0
Dokter spesialis anak dr.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K)

Dokter spesialis anak dr.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Orang tua diminta memperketat penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan campak pada bayi, terutama yang belum bisa menerima vaksin karena faktor usia.

Dokter spesialis anak dr.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K), membagikan kiat yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah campak pada bayi terutama untuk mereka yang belum bisa divaksin karena syarat batasan usia.

“Yang bisa dilakukan (orang tua) adalah meminimalkan risiko penularan, dengan rutin cuci tangan mengikuti pola hidup bersih sehat, pakai masker bahkan ketika orang tuanya tidak sakit,”kata dokter yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu dalam wawancara cegat di Jakarta, Sabtu.

Adapun mengacu pada panduan IDAI tahun 2024, vaksin campak yaitu imunisasi MR (Measless Rubella)/MMR (Measless Mumps Rubella) baru bisa diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan.

Vaksin itu harus didapatkan sebanyak tiga kali sepanjang usia anak dengan rincian vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan, lalu dosis MMR1 di usia 18 bulan, dan MMR2 di usia 5 tahun.

Baca Juga :  Menyimpan Emas Pilihan Strategis Bagi Entitas Bisnis

Dokter Attila merekomendasikan upaya PHBS penting dilakukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar rumah karena infeksi virus campak mudah menular lewat percikan air liur (droplet) yang dilepaskan ke udara. Ketika penderita campak bersin atau batuk, virus itu nantinya akan tersebar dan bisa menjangkiti orang lain.

Maka dari itu sebagai orang tua yang memiliki anak dan belum divaksin untuk mencegah campak akibat terbentur syarat usia maka langkah terbaik adalah melakukan PHBS untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.

Di samping PHBS, menjaga daya tahan tubuh bayi juga penting. Salah satunya dengan memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D sesuai anjuran dokter.

Vitamin D penting diberikan karena berperan mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih kuat melawan infeksi.

“Kalau sudah memberikan vitamin D tiap hari, satu tetes yang identiknya 400 IU harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya, “kata dokter Attila.

Baca Juga :  3.530 Vial Vaksin Covid tahap ke 4 tiba di Gorontalo

Sebagai langkah tambahan, untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau imunnity herd terhadap campak, orang tua atau penghuni rumah lainnya yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR.

Apalagi jika orang tua tidak yakin semasa kecilnya status vaksinasinya lengkap atau tidak. Pemberian vaksin MR pada orang dewasa akan lebih tepat untuk dilakukan.

“Kalau udah lengkap sebaiknya tidak usah, tapi kalau memang ingin (vaksin MMR untuk dewasa) karena mama atau papa itu tahu status vaksinnya ya anytime kapan saja bisa (divaksin),” ujar dokter Attila.

Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak 2026 sampai dengan minggu ke-14 2026 tercatat mencapai sebanyak 16.912 kasus.

Kasus naik tajam pada awal tahun, dengan puncak pada minggu pertama 2.220 kasus.

Setelahnya pada minggu ke-11 di 2026 tercatat ada 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.(Antara/gopos)

Tags: Campak BayiGorontaloMenyapa Nusantara
Previous Post

Infografik: Pentingnya Kartu Nusuk Saat Ibadah Haji

Next Post

Bangun Kepemimpinan Tangguh, SALIMAH Gorontalo Gelar PKPS 1 Secara Daring

Related Posts

Menyapa Nusantara

Infografik: Rp3,2 Triliun untuk Majukan Pertanian Papua

Selasa 16 Juni 2026
Sejumlah peserta membawa obor saat mengikuti tradisi Lampah Ratri Obor Sewu di Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Tradisi mengelilingi Telaga Ngebel dengan berjalan kaki dalam keheningan pada malam 1 Suro itu untuk memperingati Tahun Baru Islam. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz)
Menyapa Nusantara

Malam Suro: Menyimak Jejak Tradisi dan Dialog Peradaban

Selasa 16 Juni 2026
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kiai Haji Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (10/9/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Aditya Ramadhan
Menyapa Nusantara

Komitmen Presiden Prabowo: Sektor Kesehatan Harus Bebas dari Korupsi

Rabu 10 Juni 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Membawa Produk Kreatif Nusantara ke Kancah Internasional

Selasa 9 Juni 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan April 2024 yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu (24/4/2024). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak/aa.
Menyapa Nusantara

Gubernur BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Kuat

Selasa 9 Juni 2026
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (tengah), dan Direktorat Jendral Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Fifi Aleyda Yahya (ketiga kanan), berpose bersama Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar (keempat kiri) dan jajaran Dewan Pengawas dan direksi ANTARA dalam Rakernas Perum LKBN ANTARA 2026 di Yogyakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym
Menyapa Nusantara

Menkomdigi Tegaskan LKBN ANTARA Garda Terdepan Jaga Integritas Informasi

Senin 8 Juni 2026
Next Post
Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 1, Minggu 26/04/2026

Bangun Kepemimpinan Tangguh, SALIMAH Gorontalo Gelar PKPS 1 Secara Daring

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Lama Terbengkalai, Pemandian Taluhu Barakati Kembali Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedang Urus Berkas Wisuda, Mahasiswi UNG Diterpa Musibah: Kos Terbakar, Laptop hingga File Skripsi Ikut Musnah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Kerja Wartawan, Media Center PENAS XVII Diresmikan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Merek Parfum Wanita Lokal yang Populer di Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahmat Gobel Kembali Memimpin NasDem Gorontalo, Bidik Gorontalo Masuk Jajaran Provinsi Termakmur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.