No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Sekolah Perempuan: Cahaya Harapan di Pesisir Pangkep

Hasan by Hasan
Selasa 16 Desember 2025
in Menyapa Nusantara
0
Salah satu aktivitas Sekolah Perempuan dengan membantu melakukan mitigasi bencana dan menjadi posko pengaduan terkait masalah hukum untuk dimediasi ke pihak terkait di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. ANTARA/ Suriani Mappong

Salah satu aktivitas Sekolah Perempuan dengan membantu melakukan mitigasi bencana dan menjadi posko pengaduan terkait masalah hukum untuk dimediasi ke pihak terkait di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. ANTARA/ Suriani Mappong

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Suriani Mappong

Ombak kecil di area Dermaga Maccini Baji, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) saat matahari terbit di ufuk Timur, bergerak lincah mengiringi perahu kayu menuju Pulau Sabutung.

Perahu yang dikenal dengan nama Jolloro yang memuat 10 – 20 orang itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Dermaga Maccini Baji.

Selain Jolloro, juga terdapat kapal Ferry sebagai bagian aktivitas tol laut yang melayani penumpang dua kali sehari ke pulau tersebut.

Para pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai guru, perawat, dokter, pegawai kelurahan dan kecamatan, berada di antara penumpang dengan tujuan serupa ke pulau yang dihuni sekitar 1.453 jiwa dengan luas daratan 272.167 meter persegi.

Pulau Sabutung merupakan pulau kecil yang berada di gugusan kepulauan Spermonde perairan selat Makassar menjadi pionir bagi pulau-pulau kecil lainnya, karena penghuninya sudah mulai melakukan inovasi dan beradaptasi dengan lingkungannya meski dengan kondisi keterbatasan.

Tim Advokasi dan Pengorganisasian Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YPM), Nurhayati, selaku pendamping masyarakat pada 2020 bersama Tim Dinas, menjadi awal tonggak kesadaran itu terbangun.

Salah satu tonggak itu adalah dengan terbentuknya Sekolah Perempuan yang menjadi lentera penuntun para perempuan pesisir untuk lebih percaya diri menyuarakan aspirasi dan menjadi garda terdepan dalam beradaptasi dengan perubahan iklim yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Hal itu diakui Ketua Sekolah Perempuan di Pulau Sabutung, Sabariah (42). Menurut perempuan yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas 5 Sekolah Dasar ini, keberadaan Sekolah Perempuan telah membangun kepercayaan diri perempuan di pulau untuk berani berbicara di publik.

Kesetaraan gender dalam berpendapat dan menyampaikan aspirasi sudah menjadi pandangan umum di Pulau Sabutung. Sangat berbeda jauh dengan 10 tahun lalu, ketika perempuan hanya di belakang layar menyiapkan konsumsi saat Musrembang.

Selain kemampuan berpendapat di depan umum, para perempuan juga sudah mampu bekerja tim dan bahu-membahu menyikapi persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Sebagai gambaran, untuk menghalau ombak besar dan ancaman abrasi, perempuan-perempuan tangguh di Pulau Sabutung ini, membuat tanggul dari karung-karung berisi pasir, sementara para suami melaut mencari ikan atau kepiting.

Baca Juga :  ASN Gorontalo Diimbau Belanja di Toko Beli UMKM

Kemandirian perempuan pesisir tidak diragukan lagi, mulai dari mengurus anak dan sekolahnya, mencegah terpaan ombak besar yang kerap masuk menggenangi dapur rumah mereka, dan membantu mengedukasi masyarakat terkait dampak perubahan iklim.

Sahariah Daeng Kerra (41) telah membuktikan dengan status orang tua tunggal setelah ditinggal wafat oleh suami. Ia berupaya bangkit dari sisi psikologis dan ekonomi.

Dengan modal seadanya, ia membuka warung kelontong dan memproduksi ikan asin. Perempuan bersahaja ini mampu menyekolahkan ketiga anaknya, bahkan seorang diantaranya sudah menyandang gelar sarjana.

Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari bimbingan Sekolah Perempuan yang mengedukasi perempuan pesisir agar mampu bertahan dan berjuang di tengah krisis dan serba kekurangan. Termasuk lahirnya pemberdayaan masyarakat yang mampu menghasilkan kerajinan tangan berupa miniatur perahu Pinisi, pernak-pernik unik dan alat-alat dapur dari limbah yang dipungut di bibir pulau.

Ketua Pemberdayaan Perempuan Pulau Sabutung, Sitti Salehah Daeng Singara, mengaku, kerajinan tangan kelompok perempuan di pulau wilayah Pangkep sudah banyak dijual ke daratan dan juga dibeli pengunjung yang datang berlibur.

Dari hasil menjual souvenir maupun ikan asin yang dikembangkan oleh isteri nelayan tersebut, setidaknya dapat menyambung asap dapur dan biaya anak sekolah

Rakom SP Siporennu

Rakom Suara Perempuan Sipurannu, sebuah radio komunitas yang diperuntukkan untuk kalangan tertentu, menjadi wadah menyuarakan informasi yang dibutuhkan masyarakat nelayan, khususnya yang berdomisili di Pulau Sabutung dan sekitarnya di Kepulauan Pangkep.

Dengan bilik siar sederhana yang mengandalkan empat penyiar dari perempuan di pulau tersebut, informasi menyasar untuk kalangan anak-anak, ibu rumah tangga dan nelayan yang berada di radius sekitar 2,5 kilometer dengan daya pancar maksimum 50 watt.

Rakom Suara Perempuan Sipurannu fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, meskipun kini bisa diperluas melalui siaran online (streaming) untuk menjangkau pendengar lebih luas. Aturan ini diatur oleh pemerintah (Kominfo) untuk memastikan radio komunitas melayani komunitasnya secara spesifik, bukan komersial.

Fitri, salah seorang penyiar menyebutkan informasi sederhana tentang membangun ekonomi keluarga, mengajak anak-anak nelayan memperhatikan kebersihan tangan sebelum makan, hingga memberikan informasi kondisi cuaca sebagai perpanjangan tangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi tugas keseharian penyiar tersebut.

Baca Juga :  Pemilih Dapat Ajukan Pindah TPS H-7 Pencoblosan

Kerelaan bekerja ikhlas dan senang berbagi informasi adalah modal utama menjadi penyiar di Rakom SP Sipurannu.

Hal itu dibenarkan penyiar lainnya, Kharismah. Dia mengatakan, keberadaan Rakom pada awal COVID -19 pada 2020, sangat berperan penting, khususnya dalam mengedukasi siswa di wilayah pesisir. Pasalnya tidak sedikit guru sekolah jenjang SD hingga SMA menyampaikan pelajarannya melalui Rakom.

Setelah masa pandemi berlalu, peran Rakom mulai bergerak pada isu gender, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan anak, serta dampak perubahan iklim dan tips untuk bertahan.

Tak sedikit petugas penyuluh khusus diberi waktu untuk memberikan edukasi pada masyarakat pesisir melalui sistem tanya jawab melalui Rakom SP Sipurannu

Khusus mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, Rakom inipun tampil memberikan informasi kepada masyarakat pesisir dengan mengenali ancaman cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan dampak kehidupan pesisir.

Rakom yang menjadi penguat Sekolah Perempuan di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep, telah menempatkan lembaga ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat perempuan memetakan persoalan, berdialog, dan mencari solusi bersama.

Aktivitas seperti itu yang awalnya menjadi percontohan, kini telah menularkan pada sembilan pulau lainnya yakni Pulau Kulambing, Satando, Layya, Saugi, Sabangko, Sagara, Sakuala, Bangko-bangkoang dan Sapuli.

Di setiap pulau, kelompok perempuan nelayan berkumpul dalam kelas bulanan forum diskusi dan aksi komunitas yang turut melibatkan pemerintahan desa.

Selain membantu melakukan pemetaan risiko bencana, mencatat kasus perkawinan anak, kasus kekerasan terhadap rumah tangga, mereka juga membantu memantau layanan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kesehatan ibu dan anak.

Kolaborasi Rakom dan Sekolah Perempuan di lapangan ini telah menjadi alat perubahan sosial melalui literasi, informasi kesiapsiagaan bencana, dan diskusi ringan antara perempuan muda tentang mimpi-mimpi mereka.

Mencermati kemajuan yang digerakkan oleh perempuan nelayan di Pulau Sabutung, wajar jika pulau kecil di gugusan kepulauan Spermonde ini menjadi contoh bagi pulau-pulau lainnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi warga pesisir lainnya secara nasional.(Antara/gopos)

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Kapolres Gorontalo Utara Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Nataru

Next Post

Dugaan Penganiayaan Berakhir Damai, Mikson Yapanto Tarik Laporan

Related Posts

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo. ANTARA/HO-BSKDN
Menyapa Nusantara

Kemendagri Tegaskan Digitalisasi Pemilu Tetap Berlandaskan Prinsip Demokrasi

Rabu 22 April 2026
Para tersangka korupsi Pertamina usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.(Foto Kejagung)
Menyapa Nusantara

Infografik: Catatan Kasus Korupsi 2025

Selasa 30 Desember 2025
Menkop Ferry Juliantono pada acara Sharing Session bertema Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Balairung UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (2/12/2025). ANTARA/HO-Kemenkop.
Menyapa Nusantara

Belajar Koperasi: Kurikulum yang Mencetak Generasi Berjejaring

Senin 29 Desember 2025
Petugas agronomis mobil uji tanah Pupuk Indonesia memasukkan reagen ke dalam pipet berisi sampel tanah pertanian untuk dianalisis di Desa Suwaloh, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025). Pemeriksaan sampel tanah gratis oleh Pupuk Indonesia yang mengukur tingkat kesuburan dan PH tanah itu dilakukan untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat sehingga produktivitas dan hasil panen petani dapat meningkat. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Menyapa Nusantara

Membaca Jejak Tanah, Menulis Masa Depan Pangan

Kamis 25 Desember 2025
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (tengah) saat memberikan keterangan di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (19/12/2025). ANTARA/HO-Pemkab Majalengka.
Menyapa Nusantara

Mendes PDT: 20 ribu Kopdes Merah Putih sudah dibangun pada akhir 2025

Jumat 19 Desember 2025
Menyapa Nusantara

Infografik: Menjaga Pasokan Energi Selama Nataru

Jumat 19 Desember 2025
Next Post
Mikson mencabut laporan terhadap para penambang yang sebelumnya dilayangkan ke Polda Gorontalo, Selasa (16/12/2025).

Dugaan Penganiayaan Berakhir Damai, Mikson Yapanto Tarik Laporan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Ilustrasi AI

    ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Nurdin Resmi Dilantik sebagai Sekda Boalemo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Novriyanto Napu Berkiprah di Jepang, Dari Kelas English Conversation hingga Sister City Bekasi-Izumisano

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Nurdin Naik Traktor Saat Dikukuhkan Guru Besar UNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penganiayaan di Biluhu Timur, Gigitan di Wajah Seret ASK Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.