GOPOS.ID, JEMBER – Di Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat upaya menata ruang publik agar lebih tertib dan nyaman melalui gerakan penataan kota yang dilakukan secara bertahap.
Langkah tersebut dijalankan oleh Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang dengan pendekatan persuasif, menyasar pemanfaatan pedestrian serta fasilitas umum agar kembali sesuai fungsinya.
Sekitar 30 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah yang bekerja bersama memastikan penataan berlangsung tertib dan terkoordinasi.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada masyarakat. Area pedestrian diperuntukkan bagi pejalan kaki, sehingga perlu kesadaran bersama untuk menjaganya,” ujar Kepala Satpol PP Jember Bambang Rudiyanto.
Ia menjelaskan, petugas lebih menitikberatkan edukasi dibanding tindakan tegas, sehingga masyarakat memahami tujuan penataan tanpa merasa dirugikan.
Pemerintah daerah menegaskan aktivitas berdagang tetap diperbolehkan. Namun, pelaku usaha diimbau mematuhi aturan, terutama menjaga kerapian lapak setelah jam operasional berakhir.
Penertiban meliputi pembersihan lapak sementara, penataan terpal, serta pembenahan spanduk dan reklame yang dinilai mengganggu estetika kota maupun fungsi ruang publik.
Selain itu, petugas turut memperhatikan kerapian kabel fiber optik serta kebersihan bantaran sungai agar lingkungan kota terlihat lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini kesadaran menjaga ketertiban meningkat, sehingga Jember menjadi kota yang aman, sehat, resik, dan indah bagi seluruh warga,” tegas Bambang.
Upaya tersebut menjadi bagian dukungan terhadap gerakan ASRI, sekaligus mendorong kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan wajah kota yang tertata serta ramah bagi semua pengguna ruang publik.(Adv/Kur)








