GOPOS.ID, GORONTALO – Warga Desa Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo mulai mempersiapkan sajian khas yakni dodol untuk menyambut perayaan ketupatan yang tinggal menghitung hari.
Rasyid Patamani contohnya, ia beserta keluarganya mulai mempersiapkan pembuatan dodol sejak Selasa kemarin sebelum perayaan ketupatan yang rencananya digelar pada Sabtu mendatang.
Rasyid menyampaikan masyarakat di daerah ini telah menjadikan pembuatan dodol sebagai tradisi yang berlangsung setiap tahun setelah perayaan Idul Fitri.
“Bahan-bahan seperti beras ketan, kelapa santan, dan gula merah. Beberapa penambah rasa seperti kacang dan durian juga sering digunakan untuk memberikan cita rasa yang lebih kaya dalam pembuatan dodol, ” ujarnya diwawancarai, Rabu sore (25-3-2026).
Rasyid menjelaskan pada umumnya, dodol tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga simbol kebersamaan saat warga menyediakan open house terutama bagi masyarakat yang datang ke rumah-rumah warga yang menyediakan sajian makanan khas.
Satu keluarga bisa memproduksi hingga 40 kilogram dodol, yang dapat menghasilkan sekitar 400 hingga 800 bungkus tergantung pada ukuran kemasan.
“Kegiatan ini melibatkan banyak orang, dengan tetangga-tetangga yang juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan dodol,” ucap Rasyid.
Biasanya, dodol yang telah siap akan dibagikan secara gratis kepada tamu yang hadir, sebagai bentuk sambutan hangat.
Dodol menjadi salah satu makanan khas yang dinanti-nanti oleh masyarakat. Tradisi ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga melestarikan warisan kuliner yang telah ada sejak lama.
“Pembuatan dodol yang menakan waktu 7-8 jam juga menjadi tantangan sekaligus kesabaran tersendiri bagi para pembuatnya, ” tutupnya. (Putra/Gopos)







