No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Riset UNG Ungkap Fakta Mencemaskan: Ikan Teluk Tomini Mengandung Mikroplastik

Ramos by Ramos
Minggu 18 Januari 2026
in UNG
0
Foto : Pantai Torosiaje (Humas/UNG)

Foto : Pantai Torosiaje (Humas/UNG)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO — Laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, ternyata menyimpan ancaman tak kasatmata. Penelitian terbaru mengungkap bahwa seluruh ikan konsumsi yang diteliti di Teluk Tomini telah terkontaminasi mikroplastik, partikel plastik berukuran mikro yang berpotensi membahayakan ekosistem laut dan kesehatan manusia.

Temuan ini dihasilkan dari riset yang dilakukan oleh Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries edisi Januari 2026.

Mikroplastik Ada di Semua Ikan yang Dikonsumsi

Penelitian dilakukan pada ikan-ikan komersial yang umum dikonsumsi masyarakat Bajo, komunitas maritim yang hidup di rumah panggung di atas laut dan sangat bergantung pada hasil perikanan. Hasilnya menunjukkan bahwa 100 persen sampel ikan mengandung mikroplastik, dengan tingkat kontaminasi tertinggi ditemukan di wilayah Torosiaje Mainland.

Rata-rata jumlah mikroplastik di wilayah ini mencapai 59 partikel per individu ikan, bahkan pada spesies Craterognathus plagiotaenia tercatat hingga 86 partikel mikroplastik per ekor, menjadikannya yang tertinggi dalam penelitian. Sementara itu, wilayah Torosiaje Settlement menunjukkan jumlah yang lebih rendah, meskipun mikroplastik tetap ditemukan di seluruh sampel ikan.

Baca Juga :  Besok, UNG Punya Rektor Baru

Serat Biru Dominasi Pencemaran

Dari segi karakteristik, mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh bentuk serat (fiber) hingga mencapai 94 persen dari total partikel. Warna biru menjadi yang paling dominan, yakni 83 persen, disusul warna transparan dan hitam dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Para peneliti menilai, dominasi serat biru ini kuat kaitannya dengan aktivitas manusia, terutama penggunaan jaring dan tali nilon alat tangkap ikan, serta serat sintetis dari pakaian rumah tangga yang terlepas saat proses pencucian dan langsung masuk ke perairan.

Selain itu, ukuran mikroplastik yang paling banyak ditemukan berada pada rentang 1.000–5.000 mikrometer, menandakan bahwa partikel tersebut merupakan hasil pecahan plastik berukuran besar yang terdegradasi di laut, bukan mikroplastik primer seperti butiran kosmetik.

Baca Juga :  Prodi S2 Administrasi Publik UNG Bersiap Jelang Re-Akreditasi

Ancaman bagi Ketahanan Pangan dan Budaya Maritim

Keberadaan mikroplastik dalam ikan konsumsi menjadi persoalan serius bagi masyarakat Bajo. Selain berisiko bagi kesehatan manusia, mikroplastik juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan ketahanan pangan komunitas pesisir yang sepenuhnya bergantung pada hasil laut.

Sebagai masyarakat adat yang memiliki hubungan erat dengan laut dan menjunjung tinggi kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, pencemaran mikroplastik menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.

Perlu Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Komunitas

Tim peneliti menekankan pentingnya pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas, khususnya di kawasan rumah panggung di atas laut. Upaya lain yang dinilai mendesak adalah pengurangan penggunaan bahan sintetis, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pemantauan rutin mikroplastik pada biota laut.

Penelitian ini menjadi data awal penting dalam memahami pencemaran mikroplastik di Teluk Tomini sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan lingkungan laut yang lebih berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir dengan karakteristik budaya maritim seperti Torosiaje. (Rama/Gopos)

Tags: Laut TercemarMikroplastikRiset UNGTorosiajeUNG
Previous Post

Satu Rumah di Limehe Terbakar, Uang Puluhan Juta Jadi Abu

Next Post

Pasca Pelantikan, Bupati Situbondo dan Pejabat Eselon II Sowan ke Pondok Pesantren

Related Posts

Rektor UNG Beri Pesan untuk Wisudawan: Jangan Jadi Penonton di Tengah Persoalan Masyarakat
UNG

Rektor UNG Beri Pesan untuk Wisudawan: Jangan Jadi Penonton di Tengah Persoalan Masyarakat

Senin 2 Februari 2026
Wisuda ke-59 UNG: Melahirkan 700 Lulusan Dari Berbagai Keilmuan
UNG

Wisuda ke-59 UNG: Melahirkan 700 Lulusan Dari Berbagai Keilmuan

Senin 2 Februari 2026
Prof. Femy Mahmud Sahami Resmi Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo
UNG

Prof. Femy Mahmud Sahami Resmi Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo

Rabu 28 Januari 2026
UNG Tambah Empat Guru Besar, Perkuat Riset dan Akreditasi Institusi
UNG

UNG Tambah Empat Guru Besar, Perkuat Riset dan Akreditasi Institusi

Senin 26 Januari 2026
ISM dan FIP UNG Teken MoU, Dorong Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Kepemudaan
UNG

ISM dan FIP UNG Teken MoU, Dorong Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Kepemudaan

Kamis 22 Januari 2026
IntegriTalk Gaungkan Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Pemuda di Gorontalo
Gorontalo

IntegriTalk Gaungkan Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Pemuda di Gorontalo

Rabu 21 Januari 2026
Next Post
Pasca Pelantikan, Bupati Situbondo dan Pejabat Eselon II Sowan ke Pondok Pesantren

Pasca Pelantikan, Bupati Situbondo dan Pejabat Eselon II Sowan ke Pondok Pesantren

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Pembangunan Aula Al-Kahfi MTsN 1 Kota Gorontalo Tuai Tanggapan Orang Tua, Komite Beri Penjelasan

    Pembangunan Aula Al-Kahfi MTsN 1 Kota Gorontalo Tuai Tanggapan Orang Tua, Komite Beri Penjelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak Lupa di Persidangan, Kesaksian Yasin Yusuf Disorot Kuasa Hukum Nada Hiola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andi Arifuddin Dilantik Jadi Komisioner KPU Kota Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Lokasi Disiapkan untuk Pasar Senggol Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.