GOPOS.ID, GORONTALO – Pembangunan sarana ibadah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan infrastruktur menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, dalam kegiatan Reses DPRD Provinsi Gorontalo Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027, Selasa (3/11/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan warga sebagai bentuk harapan agar berbagai kebutuhan mendasar di lingkungan mereka dapat memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah.
Mulai dari fasilitas keagamaan yang lebih memadai, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM, hingga pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga.
Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.
Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membangun kesepahaman mengenai program pembangunan yang dibutuhkan.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Hanura, H. Ekwan Ahmad, mengatakan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan bahan perjuangan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Menurut Ekwan, reses merupakan salah satu momentum penting bagi anggota legislatif untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan aspirasi yang berkembang di tingkat kelurahan dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat Bulotadaa Barat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan masjid, pengembangan UMKM, dan infrastruktur, akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Ini merupakan kebutuhan nyata yang harus diperjuangkan agar dapat memperoleh tindak lanjut melalui program pembangunan pemerintah,” ujar Ekwan.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan sarana ibadah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Karena itu, aspirasi mengenai pembangunan atau peningkatan fasilitas masjid perlu mendapat perhatian sesuai kebutuhan warga.
Sementara itu, sektor UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penguatan usaha kecil di tingkat kelurahan diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong kemandirian ekonomi warga.
Ekwan juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, infrastruktur merupakan salah satu faktor pendukung aktivitas masyarakat, baik dalam menjalankan kegiatan ekonomi, sosial, maupun kehidupan sehari-hari.
Ia berharap, aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ekwan menambahkan, perjuangan terhadap aspirasi masyarakat membutuhkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan warga diharapkan dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
Melalui kegiatan reses ini, Ekwan berharap masyarakat dapat terus aktif menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Harapan kami, aspirasi yang disampaikan ini tidak berhenti pada pertemuan reses saja, tetapi dapat terus dikawal hingga mendapatkan tindak lanjut. Kami akan berupaya memperjuangkannya agar kebutuhan masyarakat bisa menjadi bagian dari perhatian pemerintah,” tutupnya. (Isno/gopos)








