No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Rekomendasi Waktu dan Frekuensi Ideal Makan Bergizi Gratis

Hasanuddin by Hasanuddin
Jumat 18 Oktober 2024
in Menyapa Nusantara
0
Rekomendasi Waktu dan Frekuensi Ideal Makan Bergizi Gratis

Ketua Tim Kerja Standar Kecukupan Gizi dan Mutu Pelayanan Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Mahmud Fauzi dalam diskusi tentang makan bergizi gratis yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (17/10/2024). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Kementerian Kesehatan merekomendasikan waktu dan frekuensi ideal untuk pemberian makan bergizi gratis pada ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak usia pra-sekolah (PAUD) hingga SD, serta anak usia SMP-SMA.

“Rekomendasi kelompok kerja perbaikan gizi Kemenkes, makan bergizi gratis sebaiknya diberikan pada anak-anak PAUD hingga SD di waktu pagi, sedangkan untuk SMP dan SMA di makan siang,” kata Ketua Tim Kerja Standar Kecukupan Gizi dan Mutu Pelayanan Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Mahmud Fauzi dalam diskusi yang diikuti secara daring Jakarta, Kamis.

Sementara untuk ibu hamil dan ibu menyusui, sebaiknya diberikan waktu siang, sedangkan bagi balita di waktu pagi.

Untuk frekuensi pemberian makan bergizi gratis, Kemenkes menyarankan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama empat kali setiap pekan, sedangkan bagi anak sekolah PAUD hingga SMA selama lima kali per pekan.

“Fungsi makanan bergizi gratis ini mengganti posisi makan siang atau makan pagi. Jadi sekitar 20-25 persen dari kebutuhan kalorinya terpenuhi untuk makan pagi, kalau makan siang 30-35 persen yang terpenuhi,” ucap Fauzi.

Baca Juga :  Koperasi Poros Membangun Kemandirian Ekonomi

Sedangkan durasi yang diperlukan untuk makan bergizi gratis bagi ibu hamil yakni selama sembilan bulan, ibu menyusui selama enam bulan setelah melahirkan, pada balita selama satu tahun, serta pada anak usia PAUD hingga SD selama minimal enam bulan.

“Untuk bahan pangan, sebaiknya diutamakan pangan lokal, dan perlu diperhatikan untuk balita usia 6-23 bulan tidak boleh diberikan susu selain ASI, dan diutamakan menggunakan bahan yang terfortifikasi atau sudah mendapatkan tambahan nutrisi,” paparnya.

Menurutnya, masalah gizi ini dapat berdampak intergenerasi, yang apabila tidak diselesaikan dalam satu siklus, akan berdampak pada siklus berikutnya.

“Kalau seorang ibu hamil mengalami kekurangan gizi, maka anak yang dilahirkan cenderung kurang gizi, sehingga kalau tidak ditangani, maka menyebabkan remaja yang juga kekurangan gizi,” ujar dia.

Baca Juga :  Strategi Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia

Ia menekankan, fase 1.000 hari pertama kehidupan (ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun) adalah periode emas dan penting untuk intervensi gizi yang adekuat.

“Pada umumnya, pola konsumsi balita dan anak kita kurang mengkonsumsi Makanan Pendamping (MP-ASI) berprotein hewani, sedangkan pola makan anak-anak remaja kita masih belum baik, 50 persen masih mengkonsumsi makanan manis, asin, dan instan,” tuturnya.

Ia juga memaparkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 di mana kecenderungan makanan dan minuman jadi atau processed food terus meningkat dari tahun ke tahun, yakni tiga kali lipat daripada daging, telur, dan susu; empat kali lipat daripada ikan, dan enam kali lipat daripada buah dan sayuran.

“Dari kecenderungan pola makan yang masih kurang sehat tersebut, maka makan bergizi gratis yang sekarang sasaran utamanya anak-anak sekolah bisa sekaligus memberikan edukasi tentang pola makan sehat,” demikan Mahmud Fauzi.(Antara/gopos)

Previous Post

Jalan Panjang Memutus Mata Rantai Praktik Sunat Perempuan

Next Post

Pemkot Kotamobagu Gelar Evaluasi SPBE 2024

Related Posts

Infografik: Ribuan Entitas Keuangan Ilegal Diblokir
Menyapa Nusantara

Infografik: Ribuan Entitas Keuangan Ilegal Diblokir

Selasa 16 Desember 2025
Sekolah Perempuan: Cahaya Harapan di Pesisir Pangkep
Menyapa Nusantara

Sekolah Perempuan: Cahaya Harapan di Pesisir Pangkep

Selasa 16 Desember 2025
Masa Kanak-kanak di Era AI: Antara Harapan dan Ancaman
Menyapa Nusantara

Masa Kanak-kanak di Era AI: Antara Harapan dan Ancaman

Rabu 10 Desember 2025
Ketika Kesalehan Berbenturan dengan Waktu: Kasus Bupati Aceh Selatan Mirwan MS
Menyapa Nusantara

Ketika Kesalehan Berbenturan dengan Waktu: Kasus Bupati Aceh Selatan Mirwan MS

Rabu 10 Desember 2025
Kloter 30 UPG Gorontalo Tiba di Makassar dan Dipastikan Siap ke Tanah Suci
Menyapa Nusantara

Infografik: Besaran Biaya Haji 2026 Tiap Embarkasi

Selasa 9 Desember 2025
198 Putusan Etik DKPP, Jawa Barat Jadi Sorotan
Menyapa Nusantara

198 Putusan Etik DKPP, Jawa Barat Jadi Sorotan

Selasa 9 Desember 2025
Next Post
Pemkot Kotamobagu Gelar Evaluasi SPBE 2024

Pemkot Kotamobagu Gelar Evaluasi SPBE 2024

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Flash News: Kebakaran Hebat Terjadi di Kota Tengah Kota Gorontalo, Sejumlah Rumah Dilalap Api

    Flash News: Kebakaran Hebat Terjadi di Kota Tengah Kota Gorontalo, Sejumlah Rumah Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Penganiayaan Berakhir Damai, Mikson Yapanto Tarik Laporan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Pasutri yang Terjebak Kebakaran di Jl Madura Kota Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebakaran di Jl Madura, Uang Tunai Puluhan Juta Hangus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Data Kebakaran Kawasan Padat Penduduk Dulalowo: 16 KK Terdampak, 6 Rumah Terbakar, 2 Ludes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.