GOPOS.ID, BONEBOL – Anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem Bonebol, Rakhmatiyah Deu, menegaskan pentingnya menepati kewajiban terhadap pekerja dan masa depan anak-anak di daerah tersebut. Dalam pernyataannya, Deu menyatakan bahwa keringat para pekerja tidak seharusnya menjadi beban yang ditunda. Ia mengungkapkan keprihatinan mengenai penganggaran gaji, honor, dan insentif untuk PPPK paruh waktu yang belum terakomodasi dengan baik dalam APBD induk. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius dalam APBD Perubahan.
Deu menyerukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berani menata kembali prioritas belanja. “Kewajiban kepada mereka yang telah bekerja harus didahulukan, tanpa mengorbankan pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tidak adil bagi rakyat yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, sementara pemerintah hanya menunaikan hak mereka dengan setengah hati.
Selain itu, persoalan sampah juga menjadi sorotan Deu. Ia mengkritik pola reaktif dalam penanganan sampah yang selama ini hanya mengandalkan pengangkutan setelah menumpuk. Dengan cakupan layanan persampahan yang baru mencapai 48,52 persen, pemerintah perlu memiliki peta jalan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah sampah. “Rakyat tidak membutuhkan lebih banyak janji dan kajian; mereka membutuhkan sistem yang bekerja dan lingkungan yang bersih,” tegasnya.
Yang paling mendasar, Deu juga menyoroti adanya 3.025 anak yang tidak bersekolah di Bone Bolango. Ia menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan mencerminkan masa depan anak-anak yang menunggu perhatian dari negara. “Pemerintah harus bergerak dari sekadar mendata menjadi memastikan setiap anak memiliki akses kembali ke pendidikan, baik melalui sekolah formal, pendidikan kesetaraan, maupun intervensi sosial sesuai kebutuhan mereka,” kata Deu.
Ia menegaskan bahwa tidak mungkin berbicara tentang Generasi Emas 2045 jika saat ini masih ada ribuan anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. “Bagi Fraksi NasDem, APBD harus menjadi bukti keberpihakan. Hak pekerja harus dipenuhi, lingkungan harus dibenahi, dan masa depan anak-anak harus diselamatkan,” tutup Rakhmatiyah Deu dengan penuh harapan akan perubahan yang lebih baik di Bonebol. (Putra/Gopos)








