GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengurai persoalan akses layanan publik dengan menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan strategis.
Bupati Jember, Gus Fawait, menilai luasnya wilayah dari pegunungan hingga pesisir membuat kesenjangan layanan sulit dihindari jika hanya terpusat di kota.
“Semua warga berhak atas layanan yang sama, baik di kota maupun di pelosok. Mereka semua pembayar pajak yang berkontribusi bagi daerah,” ujar Gus Fawait.
Selama ini, warga di wilayah pinggiran harus menempuh perjalanan hingga dua jam untuk mengurus administrasi di pusat kota. Kondisi itu dinilai tidak efisien.
Melalui konsep “Pemkab Mini”, layanan pemerintahan kini dibawa lebih dekat ke masyarakat, sehingga kebutuhan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus ke kota.
“Intinya, kami ingin memangkas waktu tempuh masyarakat. Tidak perlu lagi berjam-jam ke kota hanya untuk mengurus dokumen,” kata Gus Fawait.
Tiga kecamatan disiapkan sebagai titik awal layanan, yakni Jombang untuk wilayah barat selatan, Tanggul di barat utara, serta Mayang di timur selatan.
Selain itu, Kecamatan Kalisat juga tengah dirancang sebagai pusat layanan untuk menjangkau masyarakat di wilayah utara Jember.
“Sementara Kalisat masih kami siapkan untuk meng-cover wilayah utara, agar semua area terlayani secara merata,” jelas Gus Fawait.
Konsep ini mengusung layanan terpadu satu pintu. Warga bisa mengakses perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan bantuan sosial dalam satu lokasi.
Integrasi juga dilakukan dengan layanan DPMPTSP, pencetakan dokumen kependudukan, pembaruan data kemiskinan, serta pembayaran pajak daerah melalui Bapenda.
“Kami ingin memastikan negara hadir di setiap sudut Jember, bukan hanya di pusat kota,” tegas Gus Fawait.
Dalam waktu dekat, bupati dijadwalkan meninjau langsung operasional di tiga kecamatan tersebut guna memastikan layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.(kur)








