GOPOS.ID, GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan arah kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2026 akan difokuskan pada efisiensi dan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Oktober 2025 di Ruang Dulohupa, Lantai II Kantor Bupati Gorontalo, Senin (20/10/2025).
Dalam arahannya, Bupati Sofyan menekankan pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan efisiensi belanja dan mengutamakan program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Penyesuaian anggaran harus dilandasi prinsip efisiensi dan efektivitas. Fokus utama kita adalah penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Koordinasi lintas OPD harus diperkuat agar target ini tercapai,” ujar Sofyan.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menghadapi pengurangan alokasi dana dari Pemerintah Pusat ke Daerah. Untuk itu, Pemkab Gorontalo akan menata ulang belanja daerah dan menghindari potensi pemborosan anggaran.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta para camat se-Kabupaten Gorontalo.
Sofyan juga menegaskan bahwa penyusunan R-APBD 2026 harus dilakukan secara cermat, realistis, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan daerah. OPD yang berhubungan langsung dengan sektor UMKM akan memperoleh alokasi anggaran lebih besar, sementara OPD pendukung akan disesuaikan dengan kebutuhan prioritas.
Selain fokus pada UMKM, Rapat ini membahas penguatan kerja sama dengan Bank SulutGo (BSG) dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti Program ST12 (Sapi Ternak 12 Kelompok Gorontalo) dan pemberdayaan perempuan hebat di desa-desa.
“Kerja sama dengan Bank SulutGo kita dorong lebih kuat untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Terakhir, Sofyan menargetkan pembahasan R-APBD Tahun Anggaran 2026 dapat rampung dan disahkan sebelum peringatan HUT Kabupaten Gorontalo pada November mendatang. (Rama/Gopos)








