GOPOS.ID, GORONTALO – Dalam peristiwa tragis yang terjadi di Tambang Pohuwato, tim Reskim Pohuwato melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak pagi hingga sore hari. Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Marupa Sagala, memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi di lokasi longsor.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12 siang dan melaksanakan olah TKP hingga pukul 15.30 sore, Kamis (13-8-2026). Selama proses tersebut, tim mengalami kendala karena terjadi longsoran susulan sebanyak enam kali. Kondisi ini memaksa tim untuk mundur menjauh dari area yang berpotensi berbahaya, terutama di sekitar tempat di mana para korban tertimbun.
“Karena masih ada longsor yang terjadi, kami harus menjaga keselamatan anggota tim. Kami memutuskan untuk menghentikan sementara olah TKP dan kembali ke Polres,” ungkap Kombes Pol Marupa Sagala diwawancarai, Jumat 14-8-2026.
Meskipun proses olah TKP terpaksa dihentikan, langkah selanjutnya yang akan diambil adalah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Tim penyidik akan mencari keterangan dari keluarga korban serta saksi hidup yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Hal ini penting untuk mendalami aktivitas para korban sebelum kejadian dan untuk memahami bagaimana mereka bisa berada di lokasi tersebut.
Sampai saat ini, tidak ada laporan lebih lanjut dari keluarga mengenai orang hilang, sehingga jumlah korban yang terkonfirmasi tetap enam orang, di mana lima di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan satu orang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Kombes Pol Marupa juga mengingatkan bahwa lokasi tambang di daerah perbukitan ini sangat rawan terhadap longsor. Tanah yang telah longsor menunjukkan bahwa area tersebut memang sensitif terhadap bencana alam. Hal ini terbukti dengan terjadinya enam kali longsoran susulan saat tim melakukan olah TKP. (Putra/Gopos)







