GOPOS.ID, GORONTALO – Kegiatan UPA BK UNG Goes To Faculty dengan tema “Menjangkau, Mendengar, Mendampingi” digelar di Ruang Saronde, Fakultas Sastra dan Budaya, Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo, pada Senin (04/05/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) dalam mendekatkan layanan kesehatan mental kepada mahasiswa, khususnya di lingkungan fakultas.
Acara ini dihadiri oleh tiga jurusan di Fakultas Sastra dan Budaya, yaitu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa Inggris, dan Jurusan Sendratasik. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Nonny Basalama, serta menghadirkan Permatasari sebagai pemateri utama yang menyampaikan pentingnya peran layanan konseling bagi mahasiswa.
Dalam sesi wawancara, Permatasari menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan mahasiswa tetap sehat secara mental di tengah tuntutan akademik. Ia menegaskan bahwa UPBK mengusung tiga fokus utama, yakni menjangkau mahasiswa di berbagai kampus, menjadi ruang aman untuk mendengar keluhan dan cerita mahasiswa, serta memberikan pendampingan secara aktif bagi mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Fadilah Atma Ahmad menambahkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu mengekspresikan pikiran, emosi, dan keunikan diri mereka, tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik. Meski tidak terdapat kendala teknis dalam pelaksanaan kegiatan, tantangan utama justru datang dari mahasiswa yang masih merasa malu atau takut untuk terbuka. Namun, UPBK terus mendorong kesadaran bahwa setiap individu berhak mengekspresikan emosinya, sehingga kini semakin banyak mahasiswa yang secara mandiri mendaftarkan diri untuk mengikuti sesi konseling.
Program sosialisasi langsung ke fakultas ini merupakan realisasi dari rencana UPBK yang telah disusun sejak awal berdiri. Selain sosialisasi, UPBK juga aktif menyelenggarakan pelatihan konselor sebaya, pelatihan dosen pembimbing akademik, serta webinar series yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, narasumber berharap mahasiswa yang sedang tidak baik-baik saja menyadari bahwa mereka tidak sendiri, karena ada dosen dan unit pendukung yang siap membantu, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat. (Winang-Mg)








