No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Melestarikan Bahasa Sentani dari Sekolah

Hasan by Hasan
Kamis 26 September 2024
in Menyapa Nusantara
0
Salah satu guru di SD Negeri Abeale 1 Sentani saat memberikan pelajaran muatan lokal hubungan kekerabatan kepada siswa-siswinya dengan berbusana adat Papua. (ANTARA/HO-Dok SD Negeri Abeale I Sentani)

Salah satu guru di SD Negeri Abeale 1 Sentani saat memberikan pelajaran muatan lokal hubungan kekerabatan kepada siswa-siswinya dengan berbusana adat Papua. (ANTARA/HO-Dok SD Negeri Abeale I Sentani)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pulau Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan bahasa daerah yang beragam. Sebagaimana daerah lain, keberadaan bahasa daerah di Pulau Cenderawasih itu memerlukan upaya untuk dilestarikan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat pada 1986 setidaknya ada sekitar 240 bahasa lokal di wilayah yang dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya tersebut.

Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, mencatat daerah itu memiliki sembilan Dewan Adat Suku (DAS) yang tersebar di 139 kampung, lima kelurahan, 19 distrik. Setiap DAS memiliki adat istiadat serta bahasa lokal yang beragam. Bahasa Sentani menjadi salah satu bahasa ibu yang paling banyak digunakan dalam keseharian masyarakat.

Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya menjaga agar bahasa ibu itu tidak hilang, bahkan punah. Dari program itu, Bahasa Sentani dari wilayah Kabupaten Jayapura kini telah diterapkan di 54 sekolah dasar (SD), 30 sekolah menengah pertama (SMP) dan 15 sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK).

Pelestarian bahasa ibu di kabupaten dengan sebutan “Bumi Kenambai Umbai” itu dimulai dari sekolah, karena pendidikan, menurut Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa, menjadi wadah yang sangat efektif dalam mempertahankan kelestarian budaya, adat istiadat, termasuk bahasa.

Muatan lokal

SD Negeri Abeale I Sentani, Kabupaten Jayapura, merupakan satu di antara 54 sekolah dasar yang memilih pendidikan muatan lokal Bahasa Sentani. Pendidikan muatan lokal itu merupakan pengejewantahan dari ketentuan Kurikulum Merdeka dari Kemendikbudristek.

Kepala SD Negeri Abeale 1 Rustina R Patandean mengakui pendidikan muatan lokal bahasa ibu sangat membantu siswa untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya daerah. Apalagi jika dikaitkan dengan peribahasa, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Sekolah di Kabupaten Jayapura memiliki siswa dari berbagai latar belakang, yakni suku, ras dan agama, sehingga pengenalan budaya dan adat istiadat daerah setempat sangat baik, dan ikatan persaudaraan mereka akan lebih kuat dan erat. Karena itu, para siswa yang berasal dari Suku Jawa, Makassar atau Bugis, Sumatera, Kalimantan, dan Biak, bisa berkomunikasi sehari-hari menggunakan Bahasa Sentani. Bahasa lokal menjadi pemersatu generasi muda dari beragam latar belakang.

Baca Juga :  Mitigasi Covid Jangka Panjang di Era Endemik

SD Negeri Abeale 1 Sentani telah menerapkan pelajaran muatan lokal bahasa ibu tersebut selama dua tahun terakhir dan telah meluluskan kurang lebih 100 siswa, yang memiliki kemampuan berbahasa Sentani.

Angelis B Kongle, siswi SD Negeri Abeale 1 Sentani, bersyukur karena memperoleh pendidikan Bahasa Sentani yang membantunya mampu berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa daerah di tempatnya tinggal.

Karena itu, para siswa berharap pendidikan muatan lokal ini terus ada, sehingga generasi muda yang bukan orang asli Papua bisa menggunakan Bahasa Sentani dengan baik.

Penggunaan bahasa ibu ini juga diyakini dapat meningkatkan kedekatan hubungan sosial yang dalam skala lebih luas menjadi modal untuk meningkatkan ketahanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura.

Pada tahap awal, pendidikan Bahasa Sentani diperkenalkan untuk kata-kata dasar dan mudah yang bisa dipraktikkan di keseharian, seperti “rene foi” (selamat pagi), “rai foi” (selamat siang), “huwe rai foi” (selamat sore), “huwe foi” (selamat malam), “onomi fokha” (salam sejahtera), dan “helem foi” (terima kasih).

Beberapa siswa di sekolah itu tampak berbicara menggunakan Bahasa Sentani. Beberapa dari mereka terlihat sudah lancar dan beberapa yang lainnya masih tertatih-tatih. Meskipun demikian, tidak ada saling mengejek, melainkan saling membetulkan dan memberi tahu jika ada yang kurang tepat menggunakan kata tertentu.

Tidak hanya berkomunikasi, pada saat upacara bendera, pengucapan teks Pancasila dilafalkan dengan menggunakan bahasa daerah Sentani, yakni “Arai hubalo mam ro” (Ketuhanan Yang Maha Esa), “Ro miyea wali na mam ne nekhemande” (Kemanusiaan yang adil dan beradab), “Nda khani na Nembainye nekhemande” (Persatuan Indonesia), “Wali nembainye nekhemande ubhene foi hayemale riya mbai kobouw mbainye nekhemale” (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan) dan “U foi wa foi rikei hakhoi nda ro miyea nemene mokhomamile” (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Baca Juga :  Infografik: Layanan Bantuan bagi Perempuan Korban Kekerasan

Mengenai pembacaan teks Pancasila dalam bahasa daerah, diyakini memiliki dua manfaat yang satu sama lain saling melengkapi, yakni penanaman nilai-nilai kebangsaan yang di dalamnya juga menghargai perbedaan, termasuk penggunaan dan upaya pelestarian bahasa ibu.

Sekolah Adat

Terkait upaya pelestarian bahasa daerah, Pemerintah Kabupaten Jayapura memiliki program Sekolah Adat Negeri Papua yang didirikan pada 2017. Lewat program itu, pemerintah daerah berupaya mengimplementasikan Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Intinya, menurut Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Origenes Monim, lembaga itu berupaya menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan, kebangsaan yang baik bagi generasi muda di Papua untuk lebih mengenal Pancasila sebagai dasar bernegara dalam konteks budaya.

Lewat program ini generasi muda Papua dapat memahami wawasan kebangsaan dari sisi kedaerahan, sehingga nilai-nilai luhur Pancasila dapat menjadi pegangan bersama untuk mewarnai kehidupan berbangsa secara rukun, damai, dan sejahtera.

Pelajaran muatan lokal untuk di 54 SD, 30 SMP dan 15 SMA/SMK Kabupaten Jayapura dikelola dan digerakkan oleh Sekolah Adat Negeri Papua. Para guru yang diutus oleh masing-masing sekolah dididik mendalami Bahasa Sentani di Sekolah Adat Negeri Papua dan setelah dinyatakan lulus, para guru kembali ke sekolah untuk mendidik siswanya.

Di masing-masing sekolah, para siswa mengikuti pelajaran Bahasa Sentani, selama dua jam pelajaran di setiap pertemuan.

Para siswa di sekolah-sekolah tersebut diberikan pemahaman terkait Bahasa Sentani dalam percakapan sehari-hari dan dibuktikan sangat efektif.

Selain bahasa daerah, Sekolah Adat Negeri Papua juga tengah menyusun program pendidikan muatan lokal dengan konten mengenai hubungan kekerabatan yang pengantarnya juga menggunakan Bahasa Sentani. Nilai yang ditanamkan lewat pelajaran hubungan kekerabatan itu juga merupakan implementasi dari nilai-nilai Pancasila.(antara/gopos)

Tags: Branda Nusantara
Previous Post

Pemkot Raih Prestasi IPS Tahun 2024 Naik 2.99

Next Post

Masyarakat Sipatana Minta Pasangan GAS Hadirkan Programkan Pasar Murah

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto bersama PT Sinergi Gula Nusantara melaksanakan Panen Raya Tebu Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (17/7/2026). (ANTARA/HO-PT SGN)
Menyapa Nusantara

Dari Tebu untuk Kopi hingga Bioetanol: Visi Swasembada Nasional

Rabu 22 Juli 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
Menyapa Nusantara

Baru Dilantik, Sudaryono Tegaskan Sikap Antipencatutan Nama

Rabu 22 Juli 2026
Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar dialog interaktif bersama perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Daerah (FAD) Wilayah Jabodetabek di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-KSP)
Menyapa Nusantara

KSP: Aspirasi Anak Jadi Fondasi Kebijakan Pro-Anak

Rabu 22 Juli 2026
Sejumlah pasien menunggu giliran pelayanan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya, Jawa Timur belum lama ini. Pemkot Surabaya melakukan pembenahan sistem antrean dan layanan farmasi, termasuk penataan ruang tunggu sesuai jadwal pendaftaran daring serta percepatan penyerahan obat guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. (ANTARA FOTO/HO-Diskominfo Surabaya)
Menyapa Nusantara

Ruang Tunggu, Ruang Harapan: Membenahi Layanan Kesehatan Publik

Selasa 21 Juli 2026
Menyapa Nusantara

LPSK Permudah Pengajuan Perlindungan Saksi dan Korban Lewat Layanan Daring

Selasa 21 Juli 2026
Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Kurnia Ramadhana menghadiri jumpa pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Menyapa Nusantara

Bakom Tegaskan Permendag PMSE Tidak Mengatur Algoritma Marketplace

Rabu 15 Juli 2026
Next Post
Masyarakat Sipatana Minta Pasangan GAS Hadirkan Programkan Pasar Murah

Masyarakat Sipatana Minta Pasangan GAS Hadirkan Programkan Pasar Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Pj Gubernur Gorontalo Ikut Diperiksa Dugaan Korupsi Command Center

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo: Pakai Duit APBD Rp5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.