GOPOS.ID, GORONTALO – Kemah Santri Tingkat Penggalang Tahun 2026 yang diselenggarakan MA Alkhairaat Popayato Barat sukses digelar pada 15-18 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Alkhairaat Dudewulo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Kegiatan ini diikuti tujuh madrasah/sekolah dengan total lebih dari 100 peserta dari SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Popayato Barat serta Sekolah Mitra.
Mengusung tema “Membentuk Regu EMAS”, yang merupakan singkatan dari Edukasi, Mandiri, Akhlakul Karimah, dan Sinergis, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda melalui perpaduan pendidikan kepramukaan, nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan pengembangan kreativitas peserta didik.
Upacara pembukaan dihadiri perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, Camat Popayato Barat, Kepala Desa, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SD/MI dan SMP/MTs, serta para pembina pendamping.
Camat Popayato Barat, selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Popayato Barat, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Kepala MA Alkhairaat Popayato Barat, Yazid Bahuwa, mengatakan bahwa Kemah Santri tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
“Melalui Kemah Santri ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada adik-adik Pramuka. Mereka tidak hanya belajar keterampilan kepramukaan, tetapi juga dilatih untuk mandiri, disiplin, bertanggung jawab, menjunjung tinggi sportivitas, serta menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yazid.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Kementerian Agama Kab. Pohuwato, pemerintah kecamatan dan desa, jajaran pendidikan, para Kamabigus, pembina pendamping, panitia, hingga seluruh peserta.
“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan banyak pihak. Kami berharap Kemah Santri dapat menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarsekolah/madrasah, sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda di Kecamatan Popayato Barat,” tambahnya.
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan edukatif yang mengasah keterampilan, pengetahuan, kreativitas, serta kekompakan regu. Kegiatan tersebut meliputi keterampilan kepramukaan, seperti pioneering, sandi, morse dan semaphore, serta menaksir. Peserta juga mengikuti Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) yang menguji pengetahuan keagamaan dan kepramukaan.

Selain keterampilan kepramukaan, kegiatan ini turut memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas melalui perlombaan berbasis teknologi digital, seperti desain poster, fotografi, dan pembuatan video pendek perkemahan. Berbagai kegiatan seni juga menjadi sarana bagi peserta untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para peraih juara umum. MTs Negeri 2 Pohuwato berhasil meraih Juara Umum I, disusul MTs Alkhairaat Dudewulo sebagai Juara Umum II, dan SDN 04 Popayato Barat sebagai Juara Umum III.
Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kerja sama, keterampilan, dan kemampuan para peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan Kemah Santri Tingkat Penggalang Tahun 2026.
Upacara penutupan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Komisaris Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Pohuwato, yang sekaligus menutup secara resmi rangkaian kegiatan. Berakhirnya Kemah Santri ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi peserta, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan dan kolaborasi antarsekolah/madrasah.
Melalui kegiatan ini, MA Alkhairaat Popayato Barat berharap semangat Regu EMAS terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, mandiri, berakhlak mulia, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. (*)








