GOPOS.ID, GORONTALO — Keamanan fasilitas pembangkit listrik membutuhkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman. Sebagai upaya memperkuat pemahaman tersebut, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo menggelar sosialisasi keamanan dengan menghadirkan narasumber dari Polda Gorontalo pada 8–9 Oktober 2026 di Aula Saronde UP Gorontalo.
Dalam kegiatan ini, AKP M. Atmal Fauzi, S.H., menyampaikan materi bertajuk “Strategi Penanganan Radikalisme dan Terorisme.” Materi tersebut membahas bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, termasuk potensi dampaknya terhadap stabilitas keamanan serta lingkungan kerja.
Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran personel dalam mengenali potensi gangguan keamanan sejak dini. Pemahaman mengenai pentingnya toleransi, kewaspadaan terhadap situasi di sekitar, serta ketepatan dalam melaporkan indikasi ancaman diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan operasional yang aman dan kondusif.
Dalam penyampaiannya, AKP M. Atmal Fauzi menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Upaya pencegahan membutuhkan kepedulian setiap individu serta kemampuan untuk mengenali indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Pencegahan harus dimulai dari peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setiap personel perlu memahami potensi ancaman, menjaga sikap toleransi, serta segera menyampaikan informasi melalui jalur yang tepat apabila menemukan indikasi yang mencurigakan. Kewaspadaan dan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan,” demikian pesan yang ditekankan dalam materi sosialisasi.
Selain membahas ancaman radikalisme dan terorisme, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pengamanan di lingkungan pembangkit listrik. Sebagai fasilitas yang mendukung penyediaan energi, keamanan aset dan lingkungan operasional memerlukan perhatian serius serta koordinasi yang baik dari seluruh unsur terkait.
Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Yan Suprayogi, menyampaikan bahwa penguatan keamanan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional pembangkit. Menurutnya, kesiapsiagaan personel, penerapan prosedur pengamanan, dan sinergi dengan aparat kepolisian menjadi unsur yang saling mendukung dalam mengantisipasi potensi gangguan.
“Keamanan fasilitas pembangkit merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keandalan operasional. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kewaspadaan dan pemahaman seluruh personel terhadap prosedur pengamanan. Kami berharap sinergi dengan Polda Gorontalo semakin memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menjaga aset serta lingkungan operasional perusahaan,” ujar Yan.
Kegiatan yang dibuka oleh Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Reynold Gobel, ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pengamanan antara PLN Nusantara Power UP Gorontalo dan Polda Gorontalo.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara perusahaan dan kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan potensi gangguan keamanan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Melalui sosialisasi dan penguatan sinergi kelembagaan ini, PLN Nusantara Power UP Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan operasional yang aman, tertib, dan kondusif. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah menjaga aset perusahaan sekaligus mendukung keberlangsungan operasional pembangkit dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. (Isno/rls/gopos)








