GOPOS.ID, GORONTALO – Bank Indonesia (BI) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo meluncurkan program Literasi Bersama – Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (LEBE GACOR) sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan generasi masa depan, Selasa (10/3/2026).
Peluncuran program turut melibatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, dan dihadiri Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Program LEBE GACOR merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik anak, kemampuan kognitif, hingga kesehatan jangka panjang. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai, hingga rendahnya literasi gizi di tingkat keluarga.
Di sisi lain, penguatan literasi pengelolaan keuangan juga dinilai penting agar keluarga semakin berdaya dalam membangun generasi yang sehat sekaligus memahami pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Melalui program ini, keluarga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, tetapi juga bantuan nutrisi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Program LEBE GACOR direncanakan dilaksanakan secara rutin dua kali setiap bulan sepanjang 2026 dengan lokasi kegiatan yang berbeda guna menjangkau lebih banyak masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Selain itu, program juga menyasar para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang akan mendapatkan penguatan kapasitas melalui skema Training of Trainer terkait literasi CBP Rupiah dan sistem pembayaran.
Para penyuluh yang tersebar di desa dan kelurahan nantinya akan memberikan edukasi kepada keluarga dan orang tua mengenai pencegahan stunting sekaligus pengelolaan keuangan yang bijak.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan merawat Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.(*/hasan/gopos)








