GOPOS.ID, GORONTALO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, mengingatkan kepatuhan hingga disiplinitas seluruh aparatur di lingkungan Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo.
Penekanan itu disampaikan mengingat tingginya kompleksitas pelayanan haji dan umrah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga menuntut adanya pengawasan dan sistem pengendalian gratifikasi yang ekstra ketat.
“Saya pekan kemarin mengikuti sosialisasi anti pengendalian gratifikasi di Bogor. Dan ini harus menjadi perhatian kita, agar tetap patuh terhadap peraturan dengan menolak segala bentuk gratifikasi,” tegas Mansur saat apel kerja di lingkungan Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Senin (3/8/2026).
Mansur juga menegaskan, kewajiban tolak gratifikasi adalah hal yang wajib dilakukan hingga sampai ke jajaran Kabupaten/Kota.
“Kita berupaya untuk zero mistake dalam hal pelayanan ke publik sehingga tagline untuk tidak gratifikasi menjadi hal yang wajib bagi Kementerian Haji RI sampai ke wilayah Kabupaten Kota,” tuturnya.
Selain menekankan kepatuhan, Mansur juga menyoroti pentingnya kedisipilinan dan komitmen dalam bekerja.
“Kompetensi dan kemauan harus seiring sejalan. Setiap ASN di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah memberikan kompetensi terbaiknya untuk memajukan organisasi,” tegas Mansur lagi.
Pada apel kerja juga itu dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Muhaiminul Aziz Yunus, Kabid Bina Layanan Haji dan Umrah Syafwan Yusuf Ekie dan Kepala UPT Asrama Haji Imran Nalole.(Afik/Adm03gopos)








