GOPOS.ID, MAKASSAR – Mengolah pangan lokal, menanam tanaman produktif, hingga memasarkan kerajinan bermotif khas Makassar menjadi bagian dari upaya warga membangun kemandirian ekonomi. Melalui Program Kampung Lontara, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendukung pengembangan potensi masyarakat di Kota Makassar. Kontribusi tersebut mendapat apresiasi dari Tim Penggerak PKK Kota Makassar.
Penghargaan diserahkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Ny. Melinda Aksa, kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Penyerahan berlangsung pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (25/10), disaksikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Apresiasi itu diberikan atas dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan 10 Program Prioritas Gerakan PKK Kota Makassar melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR), khususnya dalam pemberdayaan masyarakat.
Kampung Lontara menyasar warga Kelurahan Tamua, Kecamatan Tallo, dan Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah. Program ini mencakup penguatan ketahanan pangan keluarga, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan keterampilan warga agar memiliki peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari budidaya tanaman rimpang dan tanaman produktif hingga urban farming. Selain mendukung ketersediaan pangan keluarga, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lingkungan tempat tinggal warga.
Pengembangan ekonomi juga dilakukan dengan mendampingi masyarakat mengolah produk lokal, memperbaiki kemasan, memperkuat merek (*branding*), serta mempelajari kewirausahaan dan pemasaran digital.
Sejumlah produk yang dikembangkan antara lain bumbu Coto Makassar dan ikan nila beku berbumbu kuning. Di sektor kerajinan, warga mengembangkan tas bermotif Makassar dan Lontara.
Produk tas tersebut dikembangkan RKE Magello, mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), yang dibina oleh Ibu Eva. Pengembangan produk lokal ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang usaha berbasis potensi daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kemandirian masyarakat.
“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan potensi dan kebutuhan warga. Melalui Kampung Lontara, kami mendukung masyarakat untuk mengembangkan ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah dan memasarkan produk lokal. Harapannya, upaya ini dapat membuka peluang ekonomi, memperkuat UMKM, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Makassar berperan dalam memperluas jangkauan program dan mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam kegiatan produktif di lingkungan masing-masing.
Program Kampung Lontara sejalan dengan semangat 10 Program Pokok PKK, terutama dalam penguatan pangan keluarga, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini juga dikaitkan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ekonomi dari tingkat lokal.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, program ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya mencakup penguatan ketahanan pangan keluarga (SDG 2), keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif (SDG 5), peningkatan kapasitas UMKM dan peluang ekonomi (SDG 8), serta kemitraan antara perusahaan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra lokal (SDG 17).
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus mendorong program TJSL yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra lokal, program pemberdayaan diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.(*/hasan/gopos)








