GOPOS.ID, GORONTALO – Upaya memperkuat budaya integritas dan pencegahan korupsi di Provinsi Gorontalo terus digencarkan. Salah satunya melalui forum diskusi publik IntegriTalk bertajuk “Membangun Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Kepemudaan di Gorontalo” yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, mulai dari akademisi, legislator hingga pegiat antikorupsi. Mereka di antaranya Prof. Dr. Anwidadianto, S.Pd., M.Pd., Dekan FIP UNG, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sahrul Hikam, S.H., CPM, Direktur ISM sekaligus penyuluh antikorupsi, serta Fahrudin F. Salilama, S.IP., M.AP, Ketua KNPI Kota Gorontalo.
Direktur ISM, Sahrul Hikam, menegaskan bahwa kampus dan pemuda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran antikorupsi sejak dini. Menurutnya, gerakan antikorupsi tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari pendidikan nilai dan integritas.
“Mahasiswa dan pemuda Gorontalo harus menjadi agen perubahan. Kampus adalah ruang strategis untuk menanamkan nilai kejujuran, transparansi, dan keberanian melawan praktik korupsi,” ujar Sahrul.
Sementara itu, Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Anwidadianto, menyambut baik pelaksanaan IntegriTalk di lingkungan kampus. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan misi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membangun karakter moral mahasiswa. Pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting dari tanggung jawab itu,” katanya.
Dari sisi legislatif, Erwinsyah Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda, akademisi, dan pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih di Gorontalo. Ia berharap diskusi semacam ini melahirkan gagasan kritis dan kontribusi nyata dari generasi muda.
Senada, Ketua KNPI Kota Gorontalo, Fahrudin F. Salilama, menyebut pemuda harus berani mengambil peran aktif dalam mengawal nilai integritas, baik di ruang publik maupun organisasi kepemudaan.
Kegiatan IntegriTalk ini diikuti oleh mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta civitas akademika UNG. Diskusi berlangsung interaktif dan diharapkan menjadi pemantik lahirnya gerakan antikorupsi yang berkelanjutan di Bumi Serambi Madinah. (Rama/Gopos)








