Gorontalo

Instalasi Pipa Sering Bocor, Distribusi Air PDAM Bonebol Terhambat

GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Pekerjaan peningkatan jaringan istalansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone Bolango seharusnya meningkatkan kepuasan pelanggan. Tapi kenyataannya justru terbalik. Distribusi air ke pelanggan kerap tersendat dikarenakan sering bocornya instalasi jaringan PDAM.

Kondisi itu salah satunya terjadi di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango. Masyarakat pelanggan PDAM Bone Bolango di wilayah tersebut sering mengeluh minimnya distribusi air bersih. Hal itu disebabkan, isntalasi yang ada di Desa Tupa sering mengalami kebocoran.

Terkait sering bocornya pipa jaringan instalasi, Kepala Bagia Hubungan Langganan PDAM Bone Bolango Anwar Badjarat mengemukakan, kerusakan dan kebocoran instalasi tidak hanya berdampak terhadap pelanggan. Pihak PDAM Bone Bolango juga ikut terkena imbas dari kerusakan/kebocoran pipa. Sebab, setiap melakukan perbaikan, PDAM harus mengeluarkan anggaran puluhan juta.

“Jadi pipa 400 yang mengaliri dari Instalasi pengolahan air  (IPA) di Desa Longalo itu sering bocor. Sehingga kita mengalami banyak kerugian terutama dalam perbaikan jaringan pipa,” kata Anwar.

Baca juga: Boyong Pejabat ke Hutan TBNW, Hamim Umumkan Perombakan Kabinet

Menurut Anwar, setiap kali perbaikan PDAM harus mengeluarkan biaya sebesar Rp10 juta. Kalau misalkan sudah 5 yang diperbaiki, maka kisaran Rp50 juta yang harus dikeluarkan dalam perbaikan.

“Sementara kita harus mengadu ke siap ketika ada pipa yang bocor. Kita juga tidak tau persis penyebab terjadi kebocoran, namun biasanya itu terjadi karena adanya tekanan air yang kuat sampai terjadi kebocoran,” ungkap Anwar.

Lebih lanjut Anwar mengatakan, pada bulan ini ada satu titik yang dilakukan perbaikan. Sementara pada Juni 2019, ada sekitar 20 titik yang diperbaiki.

“Semestinya ini ada tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan. Karena itu masih ada pemeliharaannya, dan kami juga setiap ada perbaikan selalu memberitahukan kepada mereka (pihak kedua),” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, akibat dari itu penyuplaian air di wilayah Kecamatan Tapa, dan sekitarnya pasti terganggu. Mengingat sebagian besar masyarakat membutuhkan air dari wilayah tersebut.

“Masalah keluhan tekanan air, sudah pasti ada. Apalagi setiap pagi dan sore saat warga memerlukan air,” terangnya.(isno/gopos)

Baca juga: Petugas Temukan Bahan Makanan Kadaluarsa di Supermarket Gorontalo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *