No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Hidrogen Hijau, Revolusi Energi Rendah Karbon

Hasan by Hasan
Senin 30 Oktober 2023
in Menyapa Nusantara
0
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang milik PLN dengan kapasitas 140 MW yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai salah satu pembangkit yang terdaftar dalam sistem pelacakan elektronik dari APX TIGRs dan diakui secara internasional untuk mengeluarkan REC. ANTARA/HO-PLN

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang milik PLN dengan kapasitas 140 MW yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai salah satu pembangkit yang terdaftar dalam sistem pelacakan elektronik dari APX TIGRs dan diakui secara internasional untuk mengeluarkan REC. ANTARA/HO-PLN

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Ancaman kerusakan lingkungan adalah hal nyata yang harus dibayar tunai seiring modernisasi dan revolusi industi. Semakin kencang laju deru mesin revolusi industri, kian besar konsumsi energi penggerak.

Di era mobilitas serba-lugas, pijakan baru telah terukir dalam upaya menekan ancaman lingkungan dari emisi karbon hasil pembakaran pembangkit listrik untuk energi. Kini loncatan besar terjadi atas munculnya hidrogen hijau, sebuah turunan produk dari hasil panas Bumi.

Energi hidrogen hijau menjadi peran protagonis dalam masa transisi energi, yang membutuhkan jembatan mencapai klimaks atas konklusi energi bersih.

Berbeda hal dari bahan bakar fosil, energi hidrogen hanya menghasilkan air, listrik, dan panas jika dikonversikan ke listrik dan panas, serta tidak menghasilkan gas rumah kaca maupun debu halus. Selain itu, hidrogen juga bisa dihasilkan dari penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik melalui air tersebut atau biasa dikenal dengan metode elektrolisis.

Maka dalam tahap ini energi hidrogen adalah cara alam menanggapi keseimbangan lingkungan, sebuah tawaran alam yang dapat menciptakan pasar baru, nilai baru bahkan untuk dunia industri.

Fokus persoalan ini menjadi perhatian forum global termasuk dari Pemerintah Indonesia, yang kemudian melahirkan tiga rekomendasi umum untuk transisi energi.

Pertama, mempercepat transisi ke penggunaan energi berkelanjutan dengan mengurangi intensitas karbon dari penggunaan energi. Kedua, memastikan transisi yang berkeadilan dan terjangkau. Ketiga, meningkatkan akses dan kemampuan konsumen untuk mengonsumsi energi bersih dan modern.

Tiga rekomendasi yang disusun ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya yang terkait dengan tujuan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, hingga mendorong terciptanya kota dan permukiman yang berkelanjutan, bertindak cepat terhadap perubahan iklim dan dampaknya, melestarikan serta menguatkan kemitraan secara global untuk pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  Transaksi Perbankan Digital Meningkat Capai Rp15.881,53 triliun

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang diamanatkan mengelola energi nasional, Pertamina serius dalam menggarap transisi energi, salah satunya energi hidrogen hijau. Energi hidrogen hijau termasuk dalam program korporasi itu dalam mempercepat transisi ke penggunaan energi berkelanjutan dengan mengurangi intensitas karbon dari penggunaan energi.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan sumber hidrogen melimpah ruah di Indonesia karena bisa dihasilkan dari panas Bumi, gas alam, minyak Bumi, batu bara dan air. “Indonesia memiliki potensi alam yang melimpah untuk dikembangkan menjadi energi transisi, salah satunya bisa untuk energi hidrogen. Kekayaan alam ini sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menyiasati energi transisi,” jelasnya.

Peluang Indonesia

Indonesia negara terbesar kedua dengan kapasitas terpasang panas Bumi di dunia yakni sebesar 2,13 GW, dengan total kapasitas listrik panas Bumi nasional sebesar 23,9 GW. Dari capaian tersebut, 88 persen dari kapasitas terpasang panas Bumi di Indonesia beroperasi di wilayah kerja Pertamina.

Meski memiliki efisiensi tinggi dalam menggapai transisi energi, perlu pengolahan khusus untuk memanfaatkan energi hidrogen hijau ini, dan Indonesia melimpah akan hal itu.

Proses pengolahan hidrogen menjadi energi hijau, Pertamina melakukan pemisahan kadar H20 dalam air menggunakan pemanfaatan tenaga surya lewat panel surya photovoltatic (PV) sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang kemudian menghasilkan listrik untuk mengurai kadar H2O dalam air tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi tenaga surya di Indonesia sangat besar, yakni sekitar 4,8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp.

Baca Juga :  Kemenkominfo Ajak Akademisi Berkolaborasi Wujudkan Pemilu Damai

Dengan adanya PLTS yang baik, negeri ini bisa menghasilkan listrik untuk menciptakan hidrogen dengan produksi yang ramah lingkungan dan menjadikan hidrogen sebagai energi hijau. Hal ini tentu bisa berdampak pada penekanan emisi dan mencegah terjadinya perubahan iklim.

Jerman merupakan salah satu negara yang berhasil mengembangkan energi hidrogen. Bahkan energi hidrogen menjadi salah satu penopang perekonomian di negara tersebut. Berkat Jerman berhasil melakukan perluasan energi terbarukan di Jerman dan Eropa.

Langkah konkret Pertamina adalah pengembangan penelitian tentang energi hijau. Salah satunya, melalui Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE) bekerja sama dengan perusahaan internasional untuk studi mengeksplorasi proyek pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau tertentu dengan menggunakan energi baru terbarukan yang lokasi utamanya berada di Sumatera.

Kerja sama penelitian tersebut bertujuan untuk menjajaki kelaikan pengembangan fasilitas hidrogen hijau dengan kapasitas produksi minimal 40.000 ton per tahun yang didukung setidaknya 250-400 MW energi panas Bumi pada tahap awal. Fasilitas produksi hidrogen ini akan memiliki potensi untuk ditingkatkan hingga 80.000 dan 160.000 ton per tahun yang bergantung pada ketersediaan energi panas Bumi serta permintaan pasar.

Upaya tersebut adalah langkah besar dalam menuju net zero emission pada tahun 2060.

Jalur cincin api yang membentang di Nusantara merupakan jalur emas untuk muncul hidrogen dari turunan panas Bumi. Dukungan pemangku kepentingan dibutuhkan untuk meyakinkan proses transisi energi yang kini berjalan.(Antara)

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

BBM Satu Harga Makin Dekat, Melaut Kian Jauh

Next Post

14 Proyek PEN Kabgor yang Diputus Kontrak Kini Dikerjakan Lagi

Related Posts

Menyapa Nusantara

Memberantas Korupsi, Menjaga Integritas dan Marwah Perguruan Tinggi

Selasa 22 September 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada pers setelah pertemuan koordinasi terbatas mengenai percepatan pengembangan bioetanol dengan 44 regent dari berbagai pusat produksi di Jakarta, Senin (21 September 2026). (ANTARA/M. Harianto
Menyapa Nusantara

Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Industri Bioetanol

Selasa 22 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: SPHP Beras Ditambah 1 Juta Ton

Senin 21 September 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/YU
Menyapa Nusantara

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu 19 September 2026
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Next Post
Sebanyak 14 proyek pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kabupaten Gorontalo yang sempat dilakukan pemutusan kontrak kerja beberapa bulan lalu akhirnya dikerjakan lagi.

14 Proyek PEN Kabgor yang Diputus Kontrak Kini Dikerjakan Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Tim Resmob Saronde, Polres Gorontalo Utara berhsil mengamankan seorang pria berinisial ID terduga pelaku. (foto.istimewa)

    Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.