No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Berkolaborasi Menurunkan Kasus Stunting di Papua

Hasan by Hasan
Senin 7 Agustus 2023
in Menyapa Nusantara
0
Foto bersama jajaran Pemprov Papua, kabupaten, kota, dan instansi terkait pada "Rembuk Stunting" di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/HO- Humas Pemprov Papua

Foto bersama jajaran Pemprov Papua, kabupaten, kota, dan instansi terkait pada "Rembuk Stunting" di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/HO- Humas Pemprov Papua

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Upaya penanganan stunting atau ketengkesan di Papua membutuhkan kolaborasi karena kondisi wilayah yang luas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, kabupaten/kota dan instansi terkait harus fokus bekerja sama mengatasi tengkes. Bekerja sama merupakan keniscayaan, agar target prevalensi stunting atau tengkes menjadi 14 persen secara nasional dapat terwujud pada 2024.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi pada 2021 Papua tercatat 29,5 persen, namun pada survei 2022 naik menjadi 34,6 persen (hitungan 29 kabupaten kota).

Meski begitu, pada SSGI 2023, Papua akan mengalami penurunan karena kini Provinsi Papua tersisa sembilan kabupaten dan kota namun tetap butuh kerja sama dengan semua.

Berdasarkan data prevalensi stunting per kabupaten kota di Provinsi Papua pada SSGI 2021 dan 2022, ada tujuh kabupaten yang mengalami penurunan dan sisanya mengalami kenaikan.

Tujuh kabupaten itu yakni Jayapura SSGI 2021 yakni 29,50 persen turun pada SSGI 2022 menjadi 20,20 persen. Kemudian Sarmi dari 32,70 persen menjadi 25,60 persen

Biak Numfor dari 34,00 persen menjadi 31,10 persen. Keerom 30,50 persen menjadi 25,90 persen. Waropen dari 26,00 persen menjadi 22,20 persen. Kota Jayapura dari 22,90 persen menjadi 20,60 persen, dan Kepulauan Yapen dari 33,10 persen menjadi 31,10 persen.

Adapun dua kabupaten yakni Supiori 29,70 persen naik menjadi 40,20 persen serta Mamberamo Raya dari 22,50 persen naik menjadi 29,00 persen.

Untuk itu Pemprov Papua membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk memfasilitasi dan mengoordinasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting yang menjadi urusan masing-masing OPD.

Pemprov Papua menjalankan fungsi koordinasi, sedangkan pelaksananya adalah kabupaten dan kota. Oleh karena itu, kepala daerah harus serius memerangi stunting. Karena, permasalahan tengkes tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan ibu dan anak serta gizi anak, namun juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain di luar kesehatan seperti, ketersediaan air bersih layak dan sanitasi, jaminan sosial dan pola asuh sehingga  penanganan dan pencegahannya pun harus menyeluruh dan memusat atau konvergen.

Baca Juga :  Dinkes Gorontalo Akselerasi Penurunan Stunting

Skrining bayi stunting

Pemerintah Kabupaten Jayapura kini melakukan skrining bayi dan anak-anak yang terkena tengkes. Kegiatan ini telah berjalan sejak Februari hingga kini.

Pemkab Jayapura optimis bahwa SSGI pada 2023 pihaknya akan mencapai target nasional yakni 14 persen.

Berdasarkan data SGGI 2021, Kabupaten Jayapura berada di angka 29,50 persen lalu pada SSGI 2022 turun menjadi 20,20 persen.

“Berarti terjadi penurunan signifikan, 9,30 persen,” kata Penjabat Bupati Kabupaten Jayapura Triwarno Purnomo.

Pemberantasan stunting merupakan program nasional sehingga juga masuk dalam program prioritas Pemkab Jayapura. Untuk itu pihaknya fokus memantau pemeriksaan yang dilakukan rumah sakit maupun puskesmas.

Dalam memberikan pelayanan kepada pengidap stunting, Pemkab Jayapura melibatkan tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh adat sehingga dalam sosialisasi di kampung bisa lebih mudah dipahami dan dimengerti.

Dengan begitu, saat memberikan skrining menjadi lebih mudah meski masih ada beberapa kampung yang belum terlayani. Namun, pihaknya optimistis pada tahun ini semua kampung di Kabupaten Jayapura mendapatkan pelayanan penanganan stunting.

“Pada skrining bayi, petugas kami melakukan pengukuran, kemudian menimbang, serta memberikan makanan tambahan. Begitu juga pada ibu hamil, petugas selalu intens mengecek kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Kemudian pada anak sekolah, Pemkab juga memberikan makanan tambahan serta tablet tambah darah karena merekalah generasi bangsa sehingga sejak dini Pemerintah perlu mencegah stunting pada anak.

Pemkab juga melakukan penguatan jejaring pada setiap rumah sakit hingga di puskesmas melalui dokter, paramedis, dan beberapa instansi terkait lainnya.

Baca Juga :  OIKN Pastikan Kelestarian Satwa Liar Selama Pembangunan IKN

Program berjalan

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Nerius Auparay mengatakan telah melihat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, kabupaten, dan kota dalam menurunkan angka stunting telah berjalan.

Hal ini terlihat dari beberapa kebijakan dan program-program yang mulai berjalan seperti pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah, pemberian vitamin tambah darah, serta berjalannya program 1.000 hari kehidupan bagi ibu hamil.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis prevalensi stunting pada 2023 akan turun menjadi 20,75 persen karena program-program telah berjalan di setiap pemerintahan di Tanah Papua.

Namun, untuk mencapai target prevalensi stunting menjadi 14 persen seperti disampaikan Presiden Jokowi, memang butuh waktu. Namun, proses menuju sasaran tersebut saat ini sudah berjalan ke arah yang benar.

Pihaknya berharap dengan kebijakan dan program-program yang dilakukan oleh setiap pemda, maka Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 nanti akan lebih baik.

Memang penyebab naiknya angka prevalensi stunting ada banyak hal, tidak sekadar pangan lokal tersedia tapi bagaimana cara pemda mengelola dan menjalankan program tersebut.

Seperti di Provinsi Papua yang mana dua kabupaten mengalami kenaikan, yakni Kabupaten Supiori dan Mamberamo Raya.

Memang belum mencapai fase rawan, namun kenaikan tersebut disebabkan bertambahnya jumlah kampung. Pada SSGI 2021 tercatat hanya 10 kampung, namun 2022 ada kenaikan pada jumlah kampung.

BBKKN sejauh ini sudah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dan hasilnya mulai dirasakan.

Namun, untuk meraih hasil efektif menurunkan prevalensi stunting, pemerintah kabupaten dan kota harus melakukan intervensi berdasarkan program-program yang sudah ditetapkan oleh Pemprov Papua.(Antara)

Tags: Derap NusantaraStuntingTengkes
Previous Post

Pemkab Gorut Harus Realistis Dalam Perencanaan 2024

Next Post

Polres Bone Bolango Sita 4.755 Liter Cap Tikus Tak Bertuan Asal Sulut

Related Posts

Menyapa Nusantara

Infografik: 65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Dibangun

Kamis 7 Mei 2026
Hasil panen kelapa di Gorontalo.(ilustrasi/istimewa)
Menyapa Nusantara

Menata Komoditas Menuju Pasar Berkeadilan

Rabu 6 Mei 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Tiga Pesawat Rafale Siap Jaga Langit Indonesia

Jumat 1 Mei 2026
Panen padi unggul hasil mutasi iradiasi teknologi nuklir BRIN di Subang beberapa waktu lalu menjadi sinyal mulai berkembangnya solusi bagi ancaman krisis pangan. (ANTARA/HO-BRIN)
Menyapa Nusantara

Dari Laboratorium ke Sawah: Inovasi Nuklir Hasilkan Padi Unggul di Subang

Kamis 30 April 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso. ANTARA/HO-Kemendag
Menyapa Nusantara

Kemendag Terbitkan Aturan Baru Pembatasan Impor Komoditas Pertanian

Kamis 30 April 2026
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia dalam pertemuan bersama pemerintah daerah di Banda Aceh. (Foto: Antara)
Menyapa Nusantara

Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak untuk Atur Pendanaan dan Cegah Korupsi

Selasa 28 April 2026
Next Post
Ratusan kardus yang berisi miras jenis cap tikus dalam botol berukuran 600 liter saat diamankan di Polres Bone Bolango.(f. polresbonebol)

Polres Bone Bolango Sita 4.755 Liter Cap Tikus Tak Bertuan Asal Sulut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • UMKM Street Food Gorontalo Diserbu Warga, Jadi Event Kuliner Terbesar Pertama di Kota Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria di Lemito Tewas Ditembak dengan Senapan Angin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banggakan Gorontalo! Dua Atlet Padel Raih Juara 2 di Turnamen Bergengsi Manado

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usia Senja Tak Halangi Semangat Berhaji: Salim Potutu, Jemaah Haji Tertua dari Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.