GOPOS.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dengan bangga memaparkan hasil dan capaian yang diperoleh selama pelaksanaan PENAS XVII di Gorontalo. Acara tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo pada malam Sabtu, 27 Juni 2026. Dalam kesempatan ini, Gusnar mengungkapkan berbagai manfaat yang diterima oleh daerah selama penyelenggaraan acara tersebut.
Salah satu capaian signifikan adalah alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur. Gusnar menginformasikan bahwa total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 13,3 miliar, yang mencakup perbaikan ruas jalan sebesar Rp 11 miliar dan rehabilitasi Sport Center Limboto sebesar Rp 2,3 miliar. Anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas olahraga di daerah tersebut.
Dari sektor akomodasi dan konsumsi peserta, Gusnar menyoroti kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Akomodasi yang disediakan, termasuk hotel, homestay, dan hunian kost, serta konsumsi transportasi lokal, mencatatkan nilai hingga Rp 15 miliar. Hal ini menunjukkan dampak positif terhadap industri pariwisata dan perhotelan di Gorontalo.
Selama periode lima hari penyelenggaraan PENAS XVII, capaian UMKM juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan total pendapatan mencapai Rp 1,157 miliar. Secara keseluruhan, nilai ekonomi yang dihasilkan dari acara ini mencapai Rp 22,037 miliar, memberikan keuntungan yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Gusnar juga menekankan keberhasilan destinasi wisata hiu paus yang menjadi salah satu daya tarik utama selama PENAS XVII. Selama enam hari acara, jumlah pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini mencapai 3.310 orang, dengan nilai ekonomi yang dihasilkan sebesar Rp 355 juta. Keberadaan wisata hiu paus diharapkan dapat terus menarik perhatian wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah.
Selain itu, Gusnar mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga menerima bantuan dari Kementerian Perhubungan untuk sewa bus dan program hilirisasi. Bantuan tersebut mencapai Rp 1,2 miliar untuk sewa bus dan Rp 105,28 miliar untuk program hilirisasi kelapa, kakao, dan tebu. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian dan transportasi di Gorontalo.
Manfaat pasca PENAS dirasakan sangat besar oleh pemerintah dan masyarakat, terutama dalam rehabilitasi sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Gorontalo. Gusnar Ismail menegaskan bahwa keberhasilan PENAS XVII bukan hanya sekadar pencapaian selama acara, tetapi juga sebagai langkah awal untuk pengembangan berkelanjutan daerah Gorontalo ke depan. (Putra/Gopos).







