GOPOS.ID, JEMBER – Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Jember hingga akhir Februari.
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi cuaca ekstrem diprediksi meluas di sejumlah wilayah Jawa Timur termasuk Jember.
Hari yang sama, Bupati Jember Gus Fawait memimpin rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan seluruh unsur menghadapi ancaman bencana alam.
Instruksi siaga disampaikan hingga tingkat desa, melibatkan TNI, Polri, serta relawan agar pemantauan lapangan berlangsung cepat dan terpadu.
“Kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen hari ini. Semua harus bergerak bersama mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Gus Fawait.
Koordinasi hingga kecamatan, desa, dan kelurahan dinilai krusial agar informasi lapangan diperoleh real-time dan respons terhadap risiko semakin cepat.
Meski ancaman meningkat, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang sembari memantau perkembangan cuaca selama periode rawan berlangsung.
“Saya berharap warga tetap waspada namun tidak panik. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan relawan akan terus berjaga,” tegas Gus Fawait.
Langkah preventif diharapkan mampu menekan dampak bencana sekaligus menjaga keselamatan warga selama masa cuaca ekstrem berlangsung.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan keputusan tanggap darurat berlaku 12–26 Februari sebagai dasar penanganan lapangan.
“Dengan status tanggap darurat, seluruh OPD, TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu menangani dampak banjir bandang serta kebutuhan dasar warga,” ujarnya.
Pj. Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menegaskan data BMKG menunjukkan curah hujan saat ini tergolong paling ekstrem dalam dua dekade terakhir.
“Curah hujan sekarang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ini serius, namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada,” katanya.
Ia memastikan pemerintah daerah terus mendampingi masyarakat sepanjang masa tanggap darurat dengan koordinasi lintas sektor secara gotong-royong.
Status tanggap darurat diharapkan mempercepat respons sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana susulan sepanjang Februari.(kur)








