Lampu-lampu mulai menyala di halaman Grand Palace Convention Center (GPCC), tempat digelarnya Gebyar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 2026, Sabtu petang, 26 April 2026. Udara terasa hangat, bukan hanya karena kerumunan yang kian padat, tetapi juga oleh harapan dan kegembiraan yang mengalir dari ribuan warga yang datang sejak sore. Mereka berdiri berdesakan, menatap panggung dengan mata berbinar, menunggu satu nama yang sudah lama mereka nantikan: Budi Doremi.
Winangsih Sumba, Kota Gorontalo
Malam itu, konser Budi Doremi bukan sekadar hiburan. Ia menjadi magnet yang menyatukan masyarakat Gorontalo dalam satu ruang, dalam satu perasaan. Gebyar UMKM yang digelar di halaman GPCC Kota Gorontalo hidup dan riuh oleh musik, percakapan, serta aroma kuliner dari puluhan stan yang berjajar di sekeliling area.
Di tengah keramaian itu, kehadiran sejumlah tokoh turut memberi makna lebih. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie tampak hadir bersama Pengurus Dekranasda Provinsi Gorontalo serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Bambang Satya Permana. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap geliat UMKM lokal—sektor yang terus didorong melalui kolaborasi antara hiburan dan promosi produk daerah.
Gebyar UMKM diinisiasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo bekerja sama Pemerintah Daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini digelar selama tiga hari dimulai Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen BI Gorontalo untuk mendorong UMKM di Gorontalo naik kelas.
Seiring malam merambat, suara musik mengalun dan sorak penonton pecah. Di antara kerumunan itu, Mona berdiri sambil sesekali mengangkat ponselnya, mengabadikan momen yang telah lama ia tunggu. Wajahnya sulit menyembunyikan rasa bahagia. Ia mengaku sudah mengidolakan Budi Doremi sejak masih duduk di bangku MTs.
“Perasaan saya sangat senang sekali, apalagi saya memang ngefans dengan Budi Doremi sejak masih duduk di bangku MTs. Saya sangat menyukai lagu-lagu yang ia ciptakan,” ujarnya, sambil tersenyum.
Namun, malam itu bukan hanya tentang musik. Di sela-sela penampilan, langkah pengunjung juga mengalir ke deretan stan UMKM. Aroma makanan khas Gorontalo menggoda, sementara produk-produk kreatif dipajang dengan penuh kebanggaan. Mona pun tak melewatkan kesempatan itu.
“Saya tertarik karena banyak UMKM Gorontalo yang menawarkan produk enak dan unik. Saya juga membeli produk mereka untuk mendukung acara ini,” katanya.
Baginya, konser ini memberi pengalaman yang lebih dari sekadar menonton artis favorit. Ada rasa terlibat, ada kebanggaan melihat produk daerah mendapat panggung yang sama dengan hiburan besar. Ia pun menyimpan harapan agar kegiatan serupa terus berlanjut.
Di tengah gemerlap panggung dan ramainya transaksi di stan UMKM, harapan pun ikut mengalir. Mona menyampaikan keinginannya agar kegiatan serupa terus digelar. “Harapannya, semoga Bank Indonesia, UMKM, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat terus mengadakan kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya, bahkan menghadirkan lebih banyak artis,” tutupnya.(*)








