GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui keterlibatan dalam penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027.
Dalam program yang dilaksanakan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, FKTP UNG mendapat tanggung jawab menangani 24 titik calon lokasi yang tersebar di empat kabupaten di Provinsi Gorontalo.
Keempat wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.
Keterlibatan ini menjadi bagian dari dukungan akademik UNG dalam membantu proses identifikasi, penilaian, serta perencanaan pengembangan kawasan nelayan yang sesuai dengan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat pesisir.
Sebagai langkah awal, Tim Swakelola FKTP UNG mengikuti kegiatan Pembekalan Mitra Pembangunan dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP 2027.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di Damhil Hotel by Prasanthi, Gorontalo, dan dibuka secara daring secara serentak di seluruh Indonesia oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP.
Melalui pembekalan tersebut, para mitra memperoleh pemahaman mengenai tahapan identifikasi, survei, penilaian, dan fasilitasi kesiapan calon lokasi.
Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pemahaman terkait standar, indikator, serta prosedur pelaksanaan agar proses penyiapan lokasi berjalan secara terarah dan terukur.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi masyarakat pesisir yang produktif, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengembangannya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur perikanan, tetapi juga mencakup penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, kelembagaan, pengolahan hasil perikanan, pemasaran, serta pemberdayaan masyarakat nelayan.
Dalam materi pembekalan, KKP menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi setiap wilayah.
Oleh karena itu, setiap calon lokasi perlu melalui proses identifikasi dan penilaian untuk memastikan kesesuaian kondisi lapangan dengan rencana pengembangan kawasan.
Proses penyiapan calon lokasi dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni identifikasi dan penyiapan calon lokasi, survei dan penilaian, fasilitasi kesiapan, serta perencanaan pengembangan KNMP.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat dimensi utama, yaitu kebutuhan, potensi kelautan dan perikanan, kesiapan lokasi, serta keberlanjutan dan akses. Keempat dimensi tersebut dijabarkan ke dalam 15 indikator sebagai dasar penilaian dan penentuan prioritas calon lokasi.
Kerangka penilaian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang objektif dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, potensi sumber daya, kesiapan lokasi, serta keterhubungannya dengan akses pasar.
Hasil penilaian juga digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kesenjangan kesiapan di setiap wilayah, sehingga rencana pengembangan dapat disusun sesuai dengan kondisi dan prioritas setempat.
Dalam pelaksanaannya, FKTP UNG berperan mendukung proses penyiapan lokasi melalui penerapan keahlian akademik, khususnya dalam pengumpulan data, analisis karakteristik wilayah, serta kajian potensi kelautan dan perikanan.
Kompetensi di bidang perikanan tangkap dan pengelolaan sumber daya perikanan menjadi salah satu aspek yang relevan untuk mendukung proses identifikasi dan penilaian calon lokasi.
Tim Swakelola FKTP UNG dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P. sebagai Manager Program dan Dr. Mulis, S.Pi., M.Sc. sebagai Team Leader.
Pelaksanaan kegiatan di empat kabupaten tersebut didukung oleh koordinator wilayah, yakni Atma Jaya Salman Muin, S.Pi., M.Si. untuk Kabupaten Pohuwato; Dr. Alfi Sahri R. Baruadi, S.Pi., M.Pi. untuk Kabupaten Boalemo; Sandrianto Djunaidi, S.Pi., M.Si. untuk Kabupaten Gorontalo; serta Shindy Hamida Manteu, S.Pi., M.Si. untuk Kabupaten Gorontalo Utara.
Dukungan administrasi kesiapan calon mitra juga melibatkan Dewi Nuryanti Fazrin, S.Pi., M.Pi.; Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si.; Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si.; Muh. Alsere Bardian Sahaba, S.Pi., M.Si.; serta Sumrin, S.Pi., M.Si.
Selain proses survei dan penilaian, KKP menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung fasilitasi kesiapan calon lokasi sebelum memasuki tahap perencanaan teknis.
Koordinasi ini diperlukan agar proses pengembangan kawasan memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
Pengelolaan data lapangan juga menjadi perhatian dalam pembekalan tersebut. Penggunaan sistem digital diarahkan untuk mendukung dokumentasi kegiatan, pencatatan koordinat lokasi, pengumpulan bukti pendukung, serta pengelolaan hasil penilaian.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses validasi data dan pengendalian mutu diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Setelah mengikuti pembekalan, Tim Swakelola FKTP UNG dijadwalkan melanjutkan tahapan survei, verifikasi, penilaian, dan fasilitasi kesiapan terhadap 24 titik calon lokasi KNMP 2027 yang menjadi tanggung jawabnya.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan calon lokasi yang diusulkan memiliki dasar penilaian yang memadai sebelum memasuki proses perencanaan pengembangan.
Keterlibatan FKTP UNG dalam program ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pendekatan berbasis data dan keilmuan.
Melalui kolaborasi dengan KKP dan pemerintah daerah, penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan pesisir yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan. (Isno/rls/gopos)








