GOPOS.ID, GORONTALO – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan hipertensi terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo di Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peningkatan Keterampilan dan Peran Dasa Wisma Kelurahan Ipilo dalam Menurunkan Kejadian Hipertensi melalui Pemanfaatan Bunga Telang”. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan upaya promotif dan preventif, khususnya dalam pengendalian faktor risiko hipertensi di lingkungan keluarga.
Tim pengabdian diketuai oleh Arlan K. Imran, S.Farm., M.Farm., Apt., dengan anggota dosen Vyani Kamba, S.Si., MPH., Apt. dan Dr. Muhammad Kasim. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan pengalaman mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Ipilo, yang dalam kegiatan tersebut diwakili dan didukung oleh Ibrahim Ulyas Rauf, S.IP. Dukungan pemerintah kelurahan menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok Dasa Wisma, dalam kegiatan edukasi kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai hipertensi, faktor risikonya, serta pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencegahan hipertensi tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu dimulai dari keluarga melalui penerapan pola hidup sehat dan peningkatan kesadaran terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari upaya deteksi dini. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kondisi tekanan darah dan melakukan pemantauan secara berkala.
Salah satu bagian menarik dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai bahan minuman kesehatan. Tim memberikan edukasi mengenai potensi bunga telang sebagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk minuman sederhana. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan minuman kesehatan berbahan bunga telang. Melalui praktik tersebut, masyarakat diperkenalkan pada cara pemanfaatan bahan alam yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi minuman yang dapat dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain praktik pembuatan minuman kesehatan, tim pengabdian juga melakukan diseminasi hasil penelitian mengenai pengembangan sediaan effervescent bunga telang. Produk effervescent tersebut merupakan bagian dari hasil penelitian yang dikembangkan oleh tim dan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bentuk transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. “Effervescent bunga telang yang kami perkenalkan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang kami diseminasikan kepada masyarakat. Sementara itu, yang dipraktikkan bersama masyarakat adalah pembuatan minuman kesehatan berbahan bunga telang yang lebih sederhana dan mudah diterapkan,” jelas Arlan K. Imran, S.Farm., M.Farm., Apt., selaku ketua tim pengabdian.
Menurut Arlan, pendekatan tersebut dilakukan agar hasil penelitian di perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi atau lingkungan akademik, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat dalam bentuk pengetahuan yang lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.“Harapan kami, masyarakat dapat mengenal potensi bahan alam di sekitar mereka secara lebih baik. Namun, pemanfaatannya tetap harus didasarkan pada pengetahuan yang benar dan tidak dimaknai sebagai pengganti pengobatan medis,” tambahnya.
Kelompok Dasa Wisma menjadi salah satu sasaran penting dalam kegiatan tersebut karena memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Dasa Wisma, diharapkan informasi mengenai pencegahan hipertensi dan pola hidup sehat dapat diteruskan kepada anggota keluarga maupun masyarakat lainnya. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan nilai tambah. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam membantu pelaksanaan teknis kegiatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam berkomunikasi dengan masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, serta menerapkan ilmu kefarmasian dalam konteks pengabdian.
Kegiatan kemudian dilengkapi dengan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mendapatkan edukasi dan praktik. Interaksi antara tim dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat berlangsung secara aktif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta praktik bersama.
Pemerintah Kelurahan Ipilo menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghubungkan hasil penelitian, pendidikan mahasiswa, dan kebutuhan kesehatan masyarakat. (Putra/Gopos)







