No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Dinkes Provinsi Gorontalo Terus Upayakan Penurunan AKI dan AKB

Hasan by Hasan
Rabu 29 September 2021
in Ayo Germas
0
Kegiatan pertemuan Konvergensi Dalam Rangka Penurunan AKI & AKBTingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2021 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Selasa (28/9/2021). Foto : Putra/Gopos.

Kegiatan pertemuan Konvergensi Dalam Rangka Penurunan AKI & AKBTingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2021 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Selasa (28/9/2021). Foto : Putra/Gopos.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, terus mengupayakan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Target yang hendak dicapai pada 2024 yakni 183 per 100 ribu kelahiran hidup.

Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman mengungkapkan, Indonesia masih memiliki beban masalah kesehatan dalam tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Tahun 2010 angka kematian ibu (AKI) 346 per 100.000 kelahiran hudup (KH) sensus penduduk 2010, Sedangkan tahun 2015 sebesar 305 per 100.000 KH (SUPAS, 2015).

“Adapun target penurunan AKI pada akhir RPIMN 2020-2024 adalah 183 per 100.000 KH, Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan penurunan angka kematian neonatal ( hidup pada tahun 2012, dan 15 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2017,” ungkap Yana pada pertemuan Konvergensi Penurunan AKI & AKBTingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2021 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Selasa (28/9/2021).

Yana menerangkan, salah satu upaya dalam percepatan penurunan AKI dan AKB adalah memberikan perhatian serius dalam mengatasi masalah komplikasi pada saat kehamilan, persalinan nifas serta penanganan bayi neonatus (baru dilahirkan, red).

Baca Juga :  Penderita Gangguan Jiwa di Gorontalo Capai 1.648 Jiwa

Menurut Yana sebagian komplikasi dapat mengancam jiwa, tetapi sebagian besar komplikasi dapat dicegah dan ditangani. Langkah tersebut antara lain,  ibu segera mencari pertolongan ke tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan melakukan prosedur penanganan yang sesuai, antara lain penggunaan pantograf untuk memantau perkembangan persalinan, dan pelaksanaan manajemen aktif kala III untuk mencegah perdarahan pascasalin. Tenaga kesehatan mampu melakukan identifikasi dini komplikasi. Apabila komplikasi terjadi, tenaga kesehatan dapat memberikan pertolongan pertama dan melakukan tindakan stabilisasi pasien sebelum melakukan rujukan. Proses rujukan efektif, serta pelayanan di Rumah Sakit yang cepat dan tepat gurna.

“Dari laporan SRS tahun 2016, didapatkan penyebab kematian ibu dilsebabkan oleh hipertensi (33%), perdarahan obstetrik (27%), komplikasi non obstetric (15,7%), kömplikasi obstetric lainnya (12%), infeksi (6%) dan lainnya (4,81%),” katanya.

“Untuk penyebab kematian neonatal berdasarkan laporan SRS, 2016 didapatkan kompikasi kejadian inpartum 28,3%, gangguan respiratori dan kardiovaskiulator 21,3%, BBLR/prematur 19%, kelainan bawaan 14%, infeksi 7,2%, tetanus neonatorum 1,2% dan lainnya,” imbuhnya.

Yana membeberkan, kematian ibu hamil dan bersalin serta kematian bayi masih menjadi salah satu permasalahan di Provinsi Gorontalo, hal ini dapat di lihat dari jumlah kematian ibu hamil dan bersalin serta kematian bayi yg ada di kabupaten/kota.

Baca Juga :  Tiga Pengawas Internal RSUD Ainun Habibie Dilantik

“Peningkatan Jumlah kematian ibu di Gorontalo yaitu pada tahun 2019 sebanyak 40 orang, tahun 2020 sebanyak 56 orang, dan pada tahun 2021 sampai pada bulan September sebanyak 38 orang. Sedangkan jumlah kematian bayi pada tahun 2019 sebanyak 242 bayi, tahun 2020 sebanyak 244 bayi, dan tahun 2021 sampai dengan bulan Juli sebanyak 128 bayi,” bebernya.

Yana menuturkan, untuk menurunkan angka Kematian Ibu dan Bayi perlu di laksanakan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama sama melaksanakan program pelayanan KIA pada kelompok sasaran prioritas yang ada di provinsi Gorontalo. Dengan tujuan agar dapat membina kerja sama yang terkoordinir dan terpadu bersama Program Lontas dan Lintas Sektor dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menurunkan AKI & AKB di Provinsi Gorontalo.

“Terkait hal tersebut untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terus mengupayakan penurunan kematian ibu dan bayi dengan berbagai upaya dan inovasi,” tandasnya. (Putra/gopos)

Previous Post

Segudang Prestasi, FOK Dikukuhkan Sebagai Fakultas Terbaik UNG

Next Post

Sebanyak 11 Personel Pindah Tugas, Dandim: Selamat Bertugas di Satuan Baru

Related Posts

RSUD Ainun Habibie

RSUD Ainun Habibie Terima Visitasi RSUP Kandou Manado, Perkuat Pengembangan Layanan Kanker

Selasa 28 April 2026
Ayo Germas

Kolaborasi Dinkes P2KB dan PAPDI Gorontalo Tingkatkan Layanan Penyakit Dalam

Senin 27 April 2026
Ayo Germas

Komisi Penanggulangan AIDS Gorontalo Fokus Temukan ODHIV yang Tak Lagi Terlayani

Rabu 22 April 2026
Ayo Germas

Data Kesehatan Jadi Kunci, Dinkes Gorontalo Fokus Tingkatkan Capaian Program Strategis

Kamis 16 April 2026
Ayo Germas

Kadinkes Gorontalo Dorong Inovasi Desa Siaga TB dan Percepatan Target Triple 95 HIV/AIDS

Kamis 16 April 2026
Ayo Germas

Koordinasi SDMK 2026, Dinkes Gorontalo Dorong Perencanaan Tenaga Kesehatan Berbasis Data Akurat

Kamis 16 April 2026
Next Post

Sebanyak 11 Personel Pindah Tugas, Dandim: Selamat Bertugas di Satuan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Mahasiswa UNG Juara Lomba Baca Puisi, Siap Berlaga di Peksiminas Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Murid SD di Telaga Biru Muntah-muntah Usai Santap MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Pengakuan Bersalah, Adakah Keadilan untuk Korban?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Diduga Tercemar Tambang, Camat Suwawa Selatan Ungkap Fakta Ikan Mati di Sungai Bone

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.