GOPOS.ID, JEMBER – Perjalanan panjang mencari penanganan penyakit jantung membawa keluarga Budi, warga Banyuwangi, hingga ke RSD dr. Soebandi Jember. Di rumah sakit itu, mereka mengaku menemukan harapan baru.
Sang ayah sebelumnya didiagnosis menderita penyakit jantung koroner disertai penyumbatan pembuluh darah setelah menjalani kateterisasi di RSUD Blambangan pada pertengahan Maret 2026.
Karena membutuhkan penanganan lanjutan, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pemeriksaan dan persiapan tindakan medis.
“Baru sekitar 28 April 2026 ayah kami bawa ke RS Saiful Anwar Malang. Kami menunggu karena kondisi beliau masih sangat lemas dan mudah kelelahan,” ujar Budi, Selasa (16/6/2026).
Menurut Budi, pelayanan di poli jantung RSSA Malang berjalan baik. Dokter melakukan pemeriksaan dan meminta keluarga kembali ke Banyuwangi sambil menunggu jadwal tindakan berikutnya.
Komunikasi sempat berlanjut ketika pihak rumah sakit menghubungi keluarga pada 20 Mei 2026 untuk melengkapi data rekam medis dari RSUD Blambangan.
“Setelah itu, sampai awal Juni 2026, kami belum mendapatkan kabar lanjutan mengenai jadwal penanganan,” kata Budi.
Kondisi sang ayah yang semakin sering lemas dan sesak napas membuat keluarga mencari alternatif lain. Atas saran kerabat di Mojokerto, mereka memutuskan mengurus rujukan baru menuju RSD dr. Soebandi Jember.
Pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat RSD dr. Soebandi pada Jumat, 12 Juni 2026. Budi menilai pelayanan yang diberikan petugas berlangsung cepat, mulai dari penanganan awal hingga penyiapan ruang perawatan.
“Pelayanan di IGD sangat responsif dan cepat. Kami juga langsung mendapat penjelasan yang jelas dari dokter mengenai kondisi ayah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tim dokter spesialis juga menyampaikan bahwa tindakan operasi dapat dilakukan dan fasilitas di RSD dr. Soebandi dinilai mampu menangani kasus tersebut.
Meski demikian, keluarga akhirnya memutuskan agar pasien dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Kementerian Kesehatan di Surabaya dengan mempertimbangkan kondisi fisik sang ayah.
“Alhamdulillah, proses rujukan dibantu penuh oleh tim RS Soebandi. Kami sangat berterima kasih atas pelayanan dan pendampingan yang diberikan,” tutur Budi.
Budi berharap kualitas layanan yang diberikan RSD dr. Soebandi Jember terus dipertahankan. Menurutnya, rumah sakit tersebut berpotensi menjadi pilihan utama masyarakat Tapal Kuda untuk mendapatkan layanan kesehatan yang paripurna.(kur)








