GOPOS.ID, LIMBOTO – Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Gorontalo (KDEKS) bersama Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo meluncurkan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Foodcourt Menara Limboto, Sabtu (14/3).
Peluncuran kawasan kuliner halal tersebut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie selaku Ketua Harian KDEKS Provinsi Gorontalo, anggota DPR RI, Rachmat Gobel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, unsur Forkopimda Kabupaten Gorontalo, Direktur Eksekutif KDEKS Budiyanto Sidiki, serta sejumlah pimpinan OPD dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan peluncuran Zona KHAS menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem halal value chain di daerah, sekaligus mendukung pengembangan Gorontalo sebagai destinasi wisata ramah Muslim.
“Kehadiran kawasan kuliner yang memenuhi standar halal, aman, dan sehat diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM kuliner lokal,” ujarnya.
Pengembangan Zona KHAS di Foodcourt Menara Limboto juga diperkuat melalui berbagai dukungan kepada pelaku usaha. Di antaranya fasilitasi sertifikasi halal bagi 11 UMKM dengan total 298 produk, serta sertifikasi laik higiene sanitasi bagi 16 UMKM.
Selain itu, kawasan kuliner tersebut juga dilengkapi sejumlah sarana pendukung seperti signage Zona KHAS, Asmaul Husna, wastafel, pencahayaan, serta fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, KDEKS, pelaku UMKM, serta mitra strategis yang telah berkolaborasi mewujudkan kawasan kuliner halal tersebut.
Zona KHAS Foodcourt Menara Limboto merupakan Zona KHAS kedua di Gorontalo setelah kawasan serupa di Danau Perintis. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjadi model pengembangan wisata kuliner halal yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.(*/hasan/gopos)








