GOPOS.ID, GORONTALO – Sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo mengalami bencana hidrometeorologi dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Hujan deras, angin kencang, dan longsor menerpa berbagai daerah di Kabupaten Gorontalo.
Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Gorontalo, Taha Buheli, menyampaikan bahwa bencana ini terjadi sejak tanggal 30 Desember, di mana hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama beberapa jam menyebabkan beberapa sungai di Kecamatan Tibawa, Puulubala, Bilato, dan Boliyohuto meluap.
Akibatnya, sekitar 907 kepala keluarga dan 3.395 jiwa terdampak, dengan banyak rumah terendam air dan situasi semakin mendesak ketika warga terjebak di dalam rumah. “Forkopimda Kabupaten Gorontalo sigap melakukan penanganan di beberapa wilayah dan juga melakukan evakuasi,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Senin, 5 Januari 2026.
Di Kecamatan Pulubala, enam desa mengalami dampak bencana ini, termasuk Desa Mulamahu dan Mulolawahu, di mana satu jembatan terancam putus akibat longsor. Di Kecamatan Bilato, luapan Sungai Peguyaman juga menyebabkan jebolnya tanggul di Desa Tetopo, yang mengakibatkan lebih dari 60 kepala keluarga terdampak.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Desa Tolite, Kecamatan Boliyohuto, di mana lebih dari 100 kepala keluarga terdampak oleh banjir. Di Desa Tunggulo dan Haya-haya Limboto Barat, pada tanggal 4 Januari, terjadi banjir yang menggenangi dua desa akibat jebolnya tanggul Sungai Marisa. Tanggul yang sebelumnya telah diperbaiki oleh Balai Sungai tersebut kembali jebol, sehingga sekitar 146 rumah di Desa Tunggulo terendam air.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim BPBD telah siaga 24 jam untuk menangani situasi darurat dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan. Saat ini, kondisi air di desa tersebut sudah surut, dan warga mulai melakukan pembersihan di area rumah mereka.
BPBD akan berkoordinasi dengan Balai Sungai untuk menangani bencana ini, terutama mengingat adanya beberapa sungai yang tanggulnya mengalami kerusakan. Kerjasama dengan Balai Sungai sangat penting, terutama dalam upaya pencegahan bencana di masa mendatang. (Putra/Gopos)








