GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan fokus pembangunan tahun 2025 diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan sosial masyarakat.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang memuat realisasi sejumlah program prioritas daerah.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama pembangunan daerah agar masyarakat memiliki daya saing sekaligus kesejahteraan yang lebih merata.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah 20 Ribu Beasiswa Cinta Bergema yang menyasar mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan akademik.
“Tahun ini, kami telah menyalurkan beasiswa kepada 7.037 mahasiswa dengan skema distribusi yang dirancang tepat sasaran,” ujar Gus Fawait, Jumat (3/4/2026).
Penerima bantuan pendidikan tersebut terdiri dari beberapa jalur, mulai kategori khusus sebanyak 1.579 mahasiswa hingga afirmasi ekonomi bagi 2.532 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, sebanyak 1.067 penerima berasal dari kalangan santri serta penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan berbasis keagamaan.
“Sisanya mencakup jalur prestasi, tenaga pendidik, dan perangkat desa yang juga mendapatkan kesempatan melalui program ini,” kata bupati berlatar pesantren tersebut.
Tak berhenti pada sektor pendidikan tinggi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada para penggerak sosial di tingkat masyarakat.
Sebanyak Rp31,92 miliar telah disalurkan untuk insentif 21.399 guru ngaji, sementara pada awal 2026 realisasi menyentuh 20.699 penerima dengan serapan anggaran lebih dari Rp31 miliar.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp67,12 miliar bagi ketua RT dan RW se-Kabupaten Jember serta Rp52,21 miliar untuk honorarium 14.475 kader posyandu.
“Kami ingin memastikan para relawan sosial yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat mendapatkan penghargaan yang layak,” jelas Gus Fawait.
Upaya pengentasan kemiskinan turut dilakukan melalui renovasi 201 Rumah Tidak Layak Huni serta penyaluran BLT kepada 28.510 warga miskin dan rentan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat dan membangun Jember yang lebih inklusif,” pungkasnya.(kur)








