No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Masyarakat Diajak Kritisi Peningkatan Perokok Anak

redaksi by redaksi
Minggu 31 Mei 2020
in Nasional
0
Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak. Foto infopublik

23
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Nasional, jumlah perokok anak usia 10-18 tahun meningkat mencapai 9,1% atau sama dengan 7,8 juta anak.

Padahal RPJMN (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional) menargetkan pada tahun 2019 prevalensi perokok anak harus turun menjadi 5,4%.

Di sisi lain rokok elektronik juga sudah menyerbu pasar Indonesia, dan mulai digandrungi anak dan remaja.

Baca Juga: Terbitkan Edaran, Menag: Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Pencegahan Persebaran Covid

Prevalensi perokok elektrik penduduk usia 10-18 tahun mengalami kenaikan pesat. Dari 1,2 persen pada 2016 (Sirkesnas 2016) menjadi 10,9 persen pada 2018 (Data Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2018).

Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, menyebutkan persoalan perokok anak belum selesai, dan bahkan semakin memburuk.

“Jika pada 10 tahun lalu kita dikejutkan dengan fenomena balita berusia dua tahun merokok. Saat ini bermunculan balita-balita lain yang mengisap rokok elektrik,” ungkap Lisda di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Salah satu penyebab tingginya jumlah perokok anak, menurut Lisda. Karena industri rokok sangat gencar menyasar anak muda sebagai target pemasaran produknya dengan melakukan berbagai kegiatan manipulatif melalui iklan, promosi, sponsor, kegiatan CSR, informasi misleading dan produk-produk baru. Sementara di sisi lain peraturan dan perlindungan kepada anak dan remaja masih sangat lemah.

“Industri rokok sangat berkepentingan terhadap anak muda untuk menjamin keberlangsungan bisnis mereka, karena mereka berpotensi menggantikan para perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok,” ujar Lisda.

Dikatakannya, setiap tahun industri rokok kehilangan 240.618 pelanggan setianya karena meninggal dunia.Angka ini setara dengan 668 orang setiap harinya.

“Perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok maka industry akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah,” kata Lisda.

Baca Juga :  Kecam Dewan Kehormatan, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

Lisda menjelaskan selama berpuluh tahun industri rokok gencar menayangkan iklan rokok yang mengandung pesan manipulatif di berbagai media, seperti elektronik, cetak, billboard, spanduk, dan sebagainya.

Iklan rokok dibuat kreatif dan menarik, serta dikemas dengan sangat halus dan terselubung sehingga perlahan tapi pasti tanpa disadari merasuki alam bawah sadar anak muda. Sehingga mematikan daya kritis anak muda terhadap industri rokok dan produknya,” jelas Lisda.

Baca Juga: 2 Juni 2020, Pembayaran UKT Maba UNG Jalur SNMPTN Dibuka

Namun, di era post-truth saat ini, ditambahkan Lisda, industri rokok di seluruh dunia semakin kreatif memanipulasi anak muda melalui cara-cara baru dengan menggunakan media sosial, influencer anak muda.

Penggunaan konten film serial beradegan merokok (Netflix, Iflix, Viu). Membangun komunitas anak muda dan menggunakan native advertisement (membuat artikel pesanan yang bermuatan promosi rokok).

Begitu pula dalam mempromosikan rokok elektrik. Industri rokok agresif menarik perokok pemula anak dan remaja dengan membuat variasi aneka rasa yakni manis, mint, dan buah-buahan.

Mereka juga bersiasat menjual rasa aman dalam mempromosikan rokok elektrik. Salah satunya dengan menyampaikan bahwa rokok elektrik 95 persen lebih aman bagi kesehatan dibandingkan rokok biasa.

“Tidak jarang rokok elektrik diposisikan sebagai cara efektif untuk berhenti merokok, sehingga banyak anak muda memilih berpindah dari rokok tembakau kepada rokok elektrik dengan alasan lebih aman, padahal rokok elektrik mengandung zat-zat kimia berbahaya yang sama banyaknya dengan rokok tembakau dan berpotensi menyebabkan penyakit kronis,” imbuh Lisda.

Baca Juga: Polling gopos.id: 54 Persen Netizen di Gorontalo Tak Setuju New Normal Life

Lisda sangat mengkhawatirkan dampak manipulasi industri rokok terhadap tumpulnya sikap kritis anak muda. “Iklan rokok yang kreatif dan menampilkan tema keberanian atau petualangan justru membuat anak muda semakin ingin mencoba merokok.

Baca Juga :  Akhirnya Minta Maaf, Nusron Klarifikasi soal Pernyataan 'Semua Tanah Milik Negara'

Para influencer yang permisif terhadap rokok berpotensi menanamkan kesadaran di benak para followernya bahwa rokok itu produk yang baik dan normal,” kata Lisda.

Ia menjelaskan, setiap tanggal 31 Mei Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tema khusus untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).

Tahun ini, tema HTTS adalah “Lindungi Kaum Muda dari Manipulasi Industri dan Cegah dari Konsumsi Rokok dan Nikotin”.

Menurut Lisda, tema ini sangat sesuai dengan kondisi Indonesia, dimana anak muda harus berjuang sendirian menghadapi jebakan manipulatif industri rokok yang begitu leluasa melakukan berbagai kegiatan iklan, promosi, sponsor, kegiatan CSR, informasi misleading, dan produk-produk baru.

Baca Juga: Wilayah yang Tak Ada Penularan Covid, Bisa Salat Berjemaah di Mesjid

“Kondisi ini tidak bisa terus menerus dibiarkan. Pemerintah harus hadir untuk melindungi anak muda dari target pemasaran rokok dengan membuat regulasi yang lebih kuat,” ujar Lisda.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat aktif mengedukasi anak muda tentang pentingnya memahami siasat manipulasi industri rokok menjebak anak muda menjadi perokok dalam berbagai bentuk strategi pemasarannya.

“Saya mengajak kita semua memiliki kepedulian yang tinggi untuk melindungi anak Indonesia dari pengaruh buruk yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka,” tambahnya.

Kepada seluruh anak muda di Indonesia Lisda mengajak mereka sadar bahwa anak muda adalah target industri rokok.

“Karena itu saya mengajak anak muda tetap kritis, berpikir jernih dan tidak silau dengan berbagai jebakan industri rokok, serta berani menyuarakan penolakan terhadap manipulasi industri rokok dalam berbagai bentuknya,” pungkas Lisda. (infopublik.id)

Tags: Perokok anakRPJMN
Previous Post

PSBB Berlanjut ke Tahap III, Ingat! Sekolah dan Tempat Kerja Libur Selama 14 Hari Kedepan

Next Post

Zona Merah di Gorontalo Disemprot Disinfektan Secara Massal

Related Posts

Sekretaris DPRD Kota Gorontalo NR Monoarfa turut menyembelih hewan kurban, Selasa (18/6/2024).
Nasional

Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 1447 H digelar 17 Mei

Rabu 6 Mei 2026
Nasional

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

Minggu 3 Mei 2026
Deprov Gorontalo

Ekwan Ahmad: Bimtek Nasional Hanura Perkuat Kinerja dan Integritas Legislator Daerah

Jumat 1 Mei 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Nasional

Fadli Zon Dukung Putusan PTUN Tolak Gugatan Koalisi Sipil

Senin 27 April 2026
Nasional

20 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Hantam Bus Pedesaan di Kolombia

Senin 27 April 2026
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi pejabat lainnya memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026). /ANTARA/Harianto.
Menyapa Nusantara

Pemerintah Ingin Bangun Jaringan Kereta Api di Luar Jawa, Butuh Rp1.200 Triliun

Kamis 23 April 2026
Next Post
penyemprotan disinfektan secara massal

Zona Merah di Gorontalo Disemprot Disinfektan Secara Massal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

    Gorontalo Bersiap Sambut Presiden Prabowo, 1.700 Personel Gabungan Disiagakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kampung Nelayan yang Akan Diresmikan Prabowo Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampung Nelayan di Leato Selatan Jadi yang Pertama Dikunjungi Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkini KNMP Leato: Pengamanan Diperketat Jelang Kunjungan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor Cabang BTN Gorontalo Terima Kunjungan Anggota DPR RI, Rachmat Gobel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.