No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Pinisi, Warisan Pusaka Indonesia, Kapal Layar Nenek Moyang Orang Gorontalo

Admin by Admin
Rabu 9 Januari 2019
in Gorontalo
0
8
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Kapal Layar Pinisi merupakan kapal layar tradisional dengan 2 tiang dan 7 lembar layar sebagai ciri khas utama dari kapal ini.

Pinisi terbuat dari bahan kayu dari jenis Bitti yang merupakan jenis kayu langka dengan pertumbuhan yang sangat lambat. Serta memakan waktu ratusan tahun baru bisa dijadikan bahan kayu yang berkualitas tinggi.

Kelebihan Pinisi merupakan kearifan lokal dari warisan leluhur dari generasi terdahulu tanpa bantuan peralatan moderen oleh arsitek tempo dulu. Dan sudah tersimpan dalam memori otak mereka dan diwariskan secara turun temurun pada generasi sekarang.

Sejarah pernah mencatat pada era tahun 1900-an pinisi sampai di daratan Australia yang digunakan nelayan Suku Bugis untuk mencari teripang. Sejarah juga pernah mencatat tentang kemaritiman Gorontalo bahwa Kerajaan Gorontalo pernah mengirim balatentaranya membantu Kerajaan Ternate melawan Portugis. Dengan menggunakan kapal layar yang diyakini adalah Kapal Layar Pinisi. Konon tak satupun pasukan tersebut kembali ke Gorontalo dan isu yang beredar mereka semuanya gugur dimedan laga bersama pasukan ternate melawan Portugis.

Di Gorontalo Utara tepatnya diperairan Desa Dunu terdapat pulau yang bernama Pulau Motu’o sekarang namanya Pulau Raja. Konon pulau tersebut disinggahi oleh seorang raja bersama hulubalangnya dengan kapal layar yang diyakini adalah kapal layar pinisi dan meninggalkan senjata pusakanya di pulau tersebut. Sehingga masyarakat Gorontalo Utara menyebutnya sampai sekarang Pulau Raja.

Baca juga : Januari Ini, Fakultas Kedokteran UNG Mulai Jalan

Pinisi mengalami masa keemasan selama 40 tahun, yakni dari tahun 1930 sampai 1970 digunakan sebagai kapal dagang dan kapal nelayan. Kapal Layar Pinisi Nusantara pertama kali melakukan ekspedisi pelayaran yang dinahkodai oleh Capt Gita Ardjakusuma yang merupakan Perwira TNI-AL. Yakni pada 32 tahun lalu tepatnya tahun 1986 dalam rangka mengikuti Vancouver Expo 86 di Kanada.

Baca Juga :  Hilang Kendali, Truk Kontainer dan Truk Tangki Elpiji Bertabrakan di Jl Trans Sulawesi, Gorut

Pinisi ini berlayar dari Makassar ke Jakarta kemudian melewati Bitung, Sangihe Talaud dan Philipina kemudian mengambil posisi ke Honolulu (Hawai). Terus ke Vancouver dan San Diego Amerika Serikat, pelayaran ditempuh selama 69 hari dengan menggunakan layar.

Menurut ahli Kelautan Dr. Anugrah Nonji (2009, 2017), mulanya rencana mengirim kapal layar tradisional ini banyak ditanggapi dengan sinis oleh berbagai kalangan.

Banyak media menyebut pelayaran Pinisi Nusantara ini bagai proyek melayarkan peti mati saja. Terbukti kemudian kata Nonji, Pinisi Nusantara dapat mewujudkan rencananya dengan gemilang menepis segala keraguan dan Kapal Layar Pinisi dikenal di seluruh dunia.

Baca juga : PAD Sektor Pariwisata Perlu Digenjot

Pinisi pernah ditampilkan juga di luar negeri dihadapan masyakat internasional Europalia Indonesia pada kegiatan festival di Belgia pada Oktober 2017.

Dan ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada tanggal 7 Desember 2017 di Korea Selatan. Pinisi juga pernah membawa Api Obor Asian Games 2018 di Bulukumba-Sulawesi Selatan,

Dalam aksi kemanusiaan pernah digunakan utnuk Ekspedisi Pinisi Bhakti Nusa pada bencana gempa bumi dan tsunami Palu-Donggala Sulawesi Tengah oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Makasar Skalia (YMS).

Dengan membawa 70 ton bahan bantuan dan 37 orang relawan pada 9 Oktober 2018. Dengan 10 hari bhakti sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan ISKINDO bagi korban bencana.

“Pinisi Cinta Laut juga pernah digunakan untuk kegiatan ekspedisi The Sea Great Journey untuk kegiatan riset di Kepulauan Togean – Toluk Tomini. Dimana salah satu tim ekspedisinya adalah Dosen Perikanan dan Kelautan Universitas Gorontalo Ibu Fem,” ucap Gusnar Lubis Ismail, S.IK

Baca Juga :  ABK Kapal BBM yang Terbakar Jalani Perawatan di RS Bunda Kota Gorontalo

Sejarah juga penah mencatat pinisi digunakan untuk mengungsi pada perang dunia kedua oleh masyarakat Pulau Salemo yang merupakan salah satu sasaran serangan udara sekutu. Setelah kejadian ini banyak yang pindah berlayar ke Surabaya dan Jakarta menggunakan Pinisi.

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa merupakan kegiatan menjalin, menghubungkan dan menggugah kesadaran semua pihak dalam membaca dan menawarkan solusi atas realitas di pesisir dan pulau-pulau Nusantara.

Program ini diharapkan dapat menjadi manifestasi kejayaan Nusantara sekaligus sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim dunia.

Baca juga : Akomodasi Destinasi Wisata Gorontalo Belum Merata

Pinisi Berlayar sekitar sembilan bulan hingga 17 Agustus 2019 mendatang. Dalam pelayarannya, kapal ini berlabuh di 74 titik pelabuhan atau pesisir strategis, termasuk kawasan konservasi laut, pariwisata, dan pulau-pulau perbatasan.

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang akan disinggahi pada trip 2 dengan 2 titik labuh oleh Ekspedisi Pinisi Nusa Bhakti tersebut yaitu. Di Kampung Bajo Torosiaje, Kabupaten Pohuwato dan Pelabuhan Pelindo IV Gorontalo.

“Kapal Layar Pinisi Pusaka Indonesia dengan bobot 50 GT. Yang akan menyambangi Kampung Bajo Torosiaje Kabupaten Pohuwato pada tanggal 12 Januari 2019. Dan Gorontalo pada tanggal 13-16 Januari bebas berkunjung untuk umum dan kru kapal. Ini juga diawali oleh ahli riset bawa laut/ahli pelayaran International dari Purnawirawan TNI AL yang dapat memberikan pemahaman bagi pengunjung. Khususnya siswa dan mahasiswa untuk menambah wawasan tentang kelautan dan kemaritiman,” beber Gusnar Lubis Ismail yang juga ketua panitia kegiatan tersebut.

Baca juga : Jokowi-Ma’ruf Amin Ajak Umat Doakan Ustadz Arifin Ilham

Pada sesi kunjungan kapal ini juga dibuka untuk umum digratiskan berselfi ria diatas kapal dan bagi para kutu buku disediakan juga perpustakaan. (rls/adm-01)

Tags: GorontaloKapal Layar PinisiPinisi Nusa Bhakti
Previous Post

Januari Ini, Fakultas Kedokteran UNG Mulai Jalan

Next Post

Prabowo Puji Semangat Ustadz Arifin Ilham

Related Posts

Gorontalo

ASTON Gorontalo Jadi Pilihan Venue Modern untuk Event Profesional dan Berkelas

Rabu 13 Mei 2026
Gorontalo

Kanwil Ditjen Imigrasi Gorontalo Inisiasi Operasi Gabungan Untuk Kedaulatan Khususnya Gorontalo

Rabu 13 Mei 2026
Gorontalo

lmigrasi Gorontalo Maksimalkan Pelayanan Keberangkatan Jamaah Haji

Selasa 12 Mei 2026
Gorontalo

Usia Senja Tak Halangi Semangat Berhaji: Salim Potutu, Jemaah Haji Tertua dari Gorontalo

Minggu 10 Mei 2026
Gorontalo

Jemaah Haji Kloter 28 UPG Masuk Embarkasi 

Minggu 10 Mei 2026
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo,Hj. Yeyen Sidki, S.H., S.E., M.M
Gorontalo

Yeyen Sidiki Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo ke Gorontalo, Dorong Penguatan Sektor Maritim

Sabtu 9 Mei 2026
Next Post

Prabowo Puji Semangat Ustadz Arifin Ilham

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Langgar Kode Etik, Polresta Gorontalo Kota PTDH Dua Personelnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sering Bolos Kerja Jadi Alasan 2 Personel Polresta Gorontalo Kota di PTDH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMKM Street Food Gorontalo Diserbu Warga, Jadi Event Kuliner Terbesar Pertama di Kota Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas Perindagkop Pohuwato Sidak Pom Mini, Temukan Harga BBM Melonjak Akibat Praktik Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.