GOPOS.ID, KOTA GORONTALO — Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Gorontalo telah melaksanakan kegiatan Penginputan Penyesuaian Pagu SKPD dalam RKA-SKPD untuk Tahap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027. Acara ini berlangsung di FOX Hotel Gorontalo pada tanggal 3 hingga 4 November 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. H. Sofian Ibrahim, M.Si.
Dalam sambutannya, Sofian Ibrahim menekankan bahwa selama tiga tahun terakhir, yakni dari tahun 2025 hingga 2027, APBD Provinsi Gorontalo mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya. Ia menyebutkan bahwa total anggaran yang terinput dalam postur APBD Tahun 2026 mencapai 1,549 triliun, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan posisi tahun 2024. Hal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran.
Sofian mengingatkan pentingnya memilih program kegiatan yang benar-benar prioritas dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Ia mengharapkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dapat bekerja secara kolaboratif, efektif, dan berkelanjutan dalam menjalankan program-program prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut, Sofian meminta kepada setiap perangkat daerah untuk menganalisis dengan cermat apakah program kegiatan yang disusun sudah sesuai dengan prioritas yang ada. Ia menegaskan, “Jangan ganggu belanja wajib mengikat, itu belanja rutin dan prioritas utama sehingga harus dihitung secara teliti. Jangan berharap TAPD menambah lagi anggaran jika terdapat perangkat daerah yang kekurangan.”
Pentingnya penguatan koordinasi antar instansi dan peningkatan kualitas layanan publik juga ditekankan oleh Sofian. Ia menilai bahwa pengelolaan sumber daya secara tepat guna merupakan langkah kunci untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program daerah dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi perangkat daerah untuk saling bertukar informasi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah kerja yang lebih terarah. Sofian Ibrahim berharap seluruh perangkat daerah dapat memahami kondisi daerah yang fiskalnya terus menurun. Oleh karena itu, pengalokasian program kegiatan harus dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, dengan tetap mengutamakan prioritas dan memperhatikan target-target yang perlu dicapai, sehingga pilihan-pilihan program kegiatan dan alokasi pagu dapat terdistribusi dengan baik.
Dengan harapan ini, diharapkan bahwa setiap langkah yang diambil akan membawa perubahan yang signifikan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Gorontalo. (Putra/Gopos)








