GOPOS.ID, GORONTALO – Gubernur Gusnar Ismail direncanakan akan hadir pada pelantikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dilaksanakan pada Hari Selasa, Tanggal 03 November 2026, bertempat di Gedung Rektorat UIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadiran Gubernur dalam acara penting ini telah dikonfirmasi oleh Pejabat Assisten I Pemprov Gorontalo, Risjon Sunge, setelah mendampingi Gubernur dalam pertemuan dengan sejumlah Pengurus Muslimat NU Gorontalo pada Senin (02/11/2026).
Risjon Sunge menyampaikan, “Insya Allah Pak Gubernur akan hadir pada pelantikan Muslimat NU.” Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan organisasi kemasyarakatan yang berperan penting dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga di Gorontalo.
Pelantikan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen penting bagi Muslimat NU, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, anggota, dan masyarakat luas. Acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi pengurus dan anggota Muslimat NU di daerah ini.
Dalam pelantikan tersebut, berbagai agenda akan dilaksanakan, termasuk pengukuhan pengurus baru dan pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan oleh Muslimat NU ke depannya. Program-program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak-anak di Gorontalo.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak, diharapkan Muslimat NU dapat terus berperan aktif dalam masyarakat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi dan misi organisasi dalam memberdayakan perempuan serta meningkatkan peran mereka dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk lebih mengenal peran dan kontribusi Muslimat NU dalam pembangunan masyarakat, serta mengajak lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam organisasi ini. Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antaranggota dalam mencapai tujuan bersama. (Putra/Gopos)







