GOPOS.ID, JEMBER – Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Semboro, Kabupaten Jember, setiap harinya diwarnai oleh kehadiran warga yang memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dokter umum di fasilitas kesehatan tersebut, dr. Ignatius Yuli Sugiarto (50), menyaksikan langsung bagaimana program ini meringankan beban masyarakat dalam mengakses layanan medis.
Kemudahan tersebut memberikan rasa aman bagi peserta ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis.
Dengan demikian, para pasien bisa menjalani proses pengobatan serta pemulihan tanpa harus merasa cemas memikirkan besarnya biaya perawatan.
“Setiap hari saya melayani peserta JKN di Puskesmas Semboro. Banyak masyarakat yang menyampaikan rasa syukur karena dengan adanya BPJS Kesehatan, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan yang cukup besar. Sebagai dokter, saya merasa senang melihat program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dr. Sugiarto, Jumat (30/10/2026).
Konsistensi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat terus dijaga oleh jajaran tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.
Kebersamaan dan kepuasan tersendiri dirasakan ketika melihat pasien memperoleh hak layanan kesehatan yang mereka butuhkan.
“Kami di Puskesmas Semboro berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN. Bagi kami, melihat masyarakat terbantu dan mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan merupakan kepuasan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar dr. Ignatius.
Di luar aspek pelayanan medis, ia melihat bahwa Program JKN membawa nilai sosial berupa semangat gotong royong yang kuat.
Melalui mekanisme iuran rutin yang dibayarkan peserta, masyarakat yang sedang sehat turut menopang biaya pengobatan saudara-saudara lain yang tengah jatuh sakit.
“Menurut saya, Program JKN mengajarkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Saat ini kita sehat dan rutin membayar iuran, berarti kita ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Suatu saat ketika kita membutuhkan, sistem ini juga akan memberikan manfaat bagi kita,” ungkapnya.
Menjelang akhir keterangannya, dr. Ignatius mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga keaktifan kepesertaan serta memenuhi kewajiban pembayaran iuran demi keberlangsungan program.
Dukungan tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan.
“JKN ini merupakan program yang sangat baik karena mengedepankan kepedulian dan kebersamaan. Mari kita jaga bersama, karena melalui semangat gotong royong, kita bisa saling membantu agar semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Adv)








