GOPOS.ID, JAKARTA – Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Ditjen Perikanan Tangkap KKP) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam pendataan perikanan tangkap di lokasi pendaratan ikan melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan FKTP UNG, Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P., sebagai langkah memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Provinsi Gorontalo.
Kolaborasi ini berfokus pada penguatan pendataan perikanan tangkap di lokasi pendaratan ikan dengan mengintegrasikan peran perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mendukung ketersediaan data perikanan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan.
Kerja sama ini juga membuka peluang bagi FKTP UNG untuk memperkuat kontribusi akademik melalui pengembangan penelitian terapan, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa diharapkan dapat memperluas penerapan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan sektor perikanan tangkap.
Pendataan di lokasi pendaratan ikan merupakan salah satu aspek penting dalam memperoleh informasi mengenai aktivitas penangkapan dan hasil perikanan.
Ketersediaan data yang berkualitas dapat membantu pemerintah mengevaluasi kondisi perikanan tangkap, menyusun perencanaan program, serta merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya ikan yang lebih tepat sasaran.
Bagi FKTP UNG, kemitraan ini sejalan dengan upaya mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Sinergi dengan Ditjen Perikanan Tangkap KKP diharapkan dapat meningkatkan relevansi pembelajaran, memperkuat kualitas penelitian, serta mendorong pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kebutuhan masyarakat nelayan dan pemangku kepentingan.
Selain memperkuat aspek pendidikan dan penelitian, implementasi PKS ini diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di perguruan tinggi berpeluang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pengelolaan sektor perikanan tangkap.
Melalui kerja sama ini, FKTP UNG dan Ditjen Perikanan Tangkap KKP diharapkan dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan perikanan tangkap berbasis data dan ilmu pengetahuan.
Kemitraan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta kontribusi UNG dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan nasional. (Isno/rls/gopos)








