GOPOS.ID, TILAMUTA — Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan bahwa jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo tidak diperjualbelikan dan harus diberikan berdasarkan kompetensi serta kinerja, bukan karena kedekatan dengan pimpinan maupun praktik setoran uang.
Penegasan itu disampaikan Rum Pagau saat melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, dan pejabat fungsional di Pendopo Kantor Bupati Boalemo, Senin (26/10/2026).
Dalam arahannya, Rum Pagau mengatakan penempatan pejabat dilakukan berdasarkan proses penilaian yang berlangsung hampir satu tahun. Ia menegaskan, keputusan tersebut tidak didasarkan pada hubungan kedekatan dengan bupati maupun wakil bupati.
“Jabatan ini tidak diperjualbelikan. Jabatan ini hanya diberikan kepada orang-orang yang punya kompetensi dan kinerja yang baik,” tegas Rum
Ia bahkan memperingatkan para pejabat agar tidak mencoba memperoleh atau mempertahankan jabatan melalui pemberian uang kepada pihak tertentu.
“Kalau dulu Anda bisa menyetor Rp20 juta sampai Rp25 juta untuk mendapatkan jabatan, itu haram di pemerintahan saya dengan Pak Lahmudin,” ujarnya.
Rum Pagau menambahkan, apabila terdapat pejabat yang merasa memperoleh jabatan karena kedekatan dengan wakil bupati atau karena memberikan uang, pihaknya tidak akan segan mengembalikan pejabat tersebut ke posisi semula.
Menurutnya, mutasi yang dilakukan kali ini bukan semata-mata karena buruknya kinerja pejabat atau perpindahan antar-satuan kerja, melainkan juga untuk memberikan suasana dan tantangan baru dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah secara bertanggung jawab, bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi, serta tidak mencampuri urusan di luar kewenangannya.
“Laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan bekerja sesuai dengan tupoksi, jangan mengurus orang lain,” kata Rum
Selain menekankan integritas dalam pengisian jabatan, Rum Pagau turut menyoroti kinerja birokrasi di Kabupaten Boalemo. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, indeks reformasi birokrasi Boalemo berada pada posisi terendah di tingkat provinsi.
“Saya dapat informasi dari pemerintah provinsi bahwa indeks reformasi birokrasi Kabupaten Boalemo terendah di Provinsi Gorontalo. Ini menandakan bahwa kinerja Anda kurang bagus, terutama pejabat eselon II,” tutur Rum
Ia meminta para pimpinan perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas administratif setelah menerima jabatan. Para pejabat diminta lebih aktif mengidentifikasi persoalan di wilayah kerja masing-masing dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
“Penekanan tersebut menjadi peringatan bagi jajaran birokrasi Pemkab Boalemo agar menjadikan mutasi sebagai momentum pembenahan kinerja, peningkatan profesionalisme, dan perbaikan kualitas pelayanan publik,” tutup Rum (Yusuf/Gopos)




![[21.48, 8/10/2026] Gopos Yusuf: Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menerima piagam perhargaan tanah wakaf, (Istimewa)
[21.55, 8/10/2026] Gopos Yusuf:](https://gopos.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-08-at-21.46.46-350x250.jpeg)



