GOPOS.ID, UNBITA – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) terus memperluas jejaring akademik nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Ngurah Rai, Bali, serta Nota Kesepakatan Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian Annual Conference Indonesian Association for Public Administration (IAPA) 2026 yang digelar pada 21–23 Oktober 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNBITA dalam memperkuat kolaborasi ant perguruan tinggi, khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa kemitraan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.
Menurut Ellys, kerja sama ant perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi perlu diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi institusi, dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.
“Bagi UNBITA, kerja sama dengan Universitas Ngurah Rai Bali dan FISIP Universitas Jenderal Soedirman merupakan kesempatan penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi,” ujar Ellys.
Ia berharap, kemitraan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan bersama yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ellys menjelaskan, penandatanganan MoU dengan Universitas Ngurah Rai menjadi landasan kerja sama kelembagaan pada tingkat universitas. Sementara itu, MoA dengan FISIP Unsoed membuka peluang kolaborasi pada tingkat fakultas, terutama dalam pengembangan kegiatan akademik dan keilmuan di bidang sosial dan politik.
Menurutnya, kedua bentuk kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam memperluas kesempatan kolaborasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing institusi.
“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab tantangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Diperlukan keterbukaan untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan program bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan jejaring akademik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi di tengah perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Penandatanganan kerja sama ini juga menjadi bagian dari rangkaian partisipasi UNBITA dalam Annual Conference IAPA 2026. Forum tersebut mempertemukan akademisi dan praktisi administrasi publik untuk membahas perkembangan keilmuan, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta reformasi birokrasi.
Melalui kemitraan dengan Universitas Ngurah Rai dan FISIP Unsoed, UNBITA berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus mendorong lahirnya program kolaboratif yang terencana dan berkesinambungan.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperkuat langkah UNBITA dalam mewujudkan visi sebagai universitas yang berkarakter dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara. (Rama/Gopos)








