GOPOS.ID, WONOSARI — Sebanyak 38 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo, Kecamatan Wonosari, dikukuhkan sebagai bagian dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Kamis (27/8/2026)
Pembentukan PIK-R tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai wadah kegiatan siswa, tetapi menjadi ruang edukasi dan konseling untuk membekali remaja menghadapi berbagai persoalan yang muncul pada masa pertumbuhan.
Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui DPPKBP3A bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton mengatakan, keberadaan PIK-R di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Konsep tersebut mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam pembelajaran maupun muatan lokal tanpa harus menambah jam pelajaran.
“Program ini melibatkan siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, keluarga dan masa depan,” ujar Tenny
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Boalemo yang diwakili Kepala Bidang KBK3 Riandy Bakari menjelaskan, PIK-R memiliki peran penting sebagai pusat informasi dan konseling bagi remaja di lingkungan sekolah.
“PIK-R diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa agar mampu menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi secara benar,” jelas Riandy.
Menurutnya, edukasi yang diberikan juga diarahkan untuk mencegah TRIAD KRR, yakni tiga persoalan yang rentan dihadapi remaja berupa pernikahan usia dini, seks pranikah dan penyalahgunaan NAPZA.
“fungsi PIK-R tidak berhenti pada edukasi kesehatan reproduksi. Sebagai wadah menjadi sarana pengembangan keterampilan hidup life skills, agar siswa mampu menghadapi tekanan lingkungan dan mengambil keputusan secara lebih matang,” ungkap Riandy
Untuk itu Riandy menyampaikan, siswa didorong untuk berpikir kritis, memilah informasi di media sosial, mengambil keputusan secara tepat serta mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan maupun teman sebaya.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah persoalan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
“Semoga PIK-R dapat menciptakan sekolah yang aman melalui dukungan psikologis sebaya, guna menekan angka perundungan atau bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah,” pungkas Riandy (Yusuf/Gopos)




![[21.48, 8/10/2026] Gopos Yusuf: Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menerima piagam perhargaan tanah wakaf, (Istimewa)
[21.55, 8/10/2026] Gopos Yusuf:](https://gopos.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-08-at-21.46.46-350x250.jpeg)


![[21.48, 8/10/2026] Gopos Yusuf: Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menerima piagam perhargaan tanah wakaf, (Istimewa)
[21.55, 8/10/2026] Gopos Yusuf:](https://gopos.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-08-at-21.46.46-75x75.jpeg)
