GOPOS.ID, JEMBER – Pemerataan pembangunan di Kabupaten Jember terus diarahkan agar manfaatnya dirasakan masyarakat hingga tingkat kecamatan. Dua sasaran yang disiapkan Pemkab Jember ialah fasilitas pendidikan dan ruang publik.
Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, meninjau SDN Tanggul Kulon 01 dan Alun-Alun Tanggul pada Minggu (18/10/2026) malam.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memeriksa perkembangan revitalisasi sekolah sekaligus melihat rencana penataan kawasan yang berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Revitalisasi SDN Tanggul Kulon 01 mendapatkan anggaran hampir Rp3 miliar. Pemerintah daerah berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan yang lebih berkualitas.
Gus Fawait mengatakan, alokasi anggaran revitalisasi sekolah untuk Jember pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara data, tidak benar jika ada anggapan bahwa pemerintah pusat kurang memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Anggaran yang kita terima tahun ini bahkan menjadi salah satu yang terbesar,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, peningkatan alokasi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan pembangunan serta dukungan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, manfaat pembangunan sekolah diharapkan tidak berhenti pada perbaikan gedung. Gus Fawait meminta agar pengerjaan proyek turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Ia menginstruksikan pelaksana proyek untuk memprioritaskan tenaga kerja asal Jember sesuai kebutuhan pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.
Keterlibatan pekerja lokal dinilai dapat membantu perputaran ekonomi warga. Anggaran pembangunan diharapkan ikut menggerakkan aktivitas usaha melalui penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan logistik proyek.
Di sisi lain, Gus Fawait mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari kondisi bangunan maupun kelengkapan fasilitas sekolah.
“Pendidikan tidak hanya soal sarana dan prasarana, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter serta akhlak peserta didik,” tegasnya.
Ia menilai penguatan karakter penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepribadian baik. Sekolah diharapkan menjadi lingkungan pembelajaran sekaligus tempat menanamkan nilai moral.
Setelah meninjau sekolah, Gus Fawait mendatangi Alun-Alun Tanggul untuk melihat rencana pengembangan kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan pemerataan pembangunan di luar pusat perkotaan.
Penataan Alun-Alun Tanggul dijadwalkan mulai dikerjakan pada November 2026. Pengembangan kawasan dirancang untuk meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mengangkat potensi wisata religi setempat.
“Konsep penataan kawasan ini nantinya akan diintegrasikan dengan pengembangan potensi wisata religi,” kata Gus Fawait.
Rencana tersebut mencakup konektivitas Alun-Alun Tanggul dengan Masjid Jami Tanggul dan kawasan makam Habib Sholeh Tanggul.
Integrasi ketiga kawasan itu diharapkan membuat lingkungan publik lebih tertata sekaligus memudahkan pengunjung mengakses destinasi religi yang ada di Tanggul.
Pengembangan tersebut juga berpeluang membuka kesempatan usaha bagi warga. Aktivitas pengunjung diharapkan mendukung perdagangan dan jasa yang tumbuh di sekitar kawasan.
Pemkab Jember berupaya menyelaraskan pembangunan fasilitas pendidikan dengan pengembangan ruang publik yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Melalui kedua agenda tersebut, pemerintah daerah berharap pemerataan pembangunan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dasar dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Jember.(kur)








