GOPOS.ID, GORONTALO – Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III memperkuat sinergi dengan insan media melalui LPS Media Meet Up Gorontalo 2026, Senin (5/10/2026) di Hotel Aston, Kota Gorontalo. Langkah strategis ini ditempuh untuk memperluas literasi keuangan, pemahaman penjaminan simpanan, hingga memperkokoh kepercayaan publik terhadap perbankan di Gorontalo.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, mengapresiasi kehadiran insan media dalam LPS Media Meet Up 2026 di Gorontalo. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis LPS dalam menyampaikan informasi mengenai program penjaminan simpanan serta mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di Gorontalo.
“Di tengah derasnya arus informasi, jurnalisme yang berkualitas sangat penting, khususnya terkait isu perbankan, karena kepercayaan publik merupakan fondasi stabilitas sistem keuangan. Melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, berimbang, dan mudah dipahami, rekan-rekan media dapat turut membantu meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat di Gorontalo terhadap industri perbankan,” ujar Fuad.
Fuad menyampaikan, tingkat inklusi keuangan Indonesia pada 2026 telah mencapai angka 93,1 persen, sementara tingkat literasi keuangan mencapai 69,57 persen. Hal ini menunjukkan adanya gap yang masih cukup jauh antara inklusi keuangan dan literasi keuangan. Oleh karena itu sangat diperlukan kolaborasi semua pihak dalam mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan.
“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Membangun pemahaman masyarakat tidak dapat dilakukan sendirian. Media menjadi salah satu mitra stategis yang dapat membantu membawa informasi dan menjangkau publik yang lebih luas,” ungkap Fuad.
Melalui sinergi LPS dan insan media, Fuad berharap, edukasi mengenai literasi keuangan dan program penjaminan simpanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan begitu pengetahuan yang lebih baik mengenai keuangan dan penjaminan simpanan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
“Kepercayaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan,” tutur Fuad.
Pembahasan dalam Media Meet Up tidak hanya soal angka dan ketentuan perbankan. LPS juga mengajak peserta melihat persoalan keuangan dari sisi perilaku. Psikolog, Dr. Sukma Nurilawati Botutihe, S.Psi., M.Psi., hadir dalam sesi sharing mengenai psikologi uang dan perilaku finansial.
Cakupan Penjaminan Simpanan di Gorontalo Melampaui Nasional
Kinerja penjaminan LPS di Gorontalo tergolong kinclong. Per 31 Juli 2026, LPS telah menjamin penuh 99,95 persen dari total 716,76 juta rekening nasabah secara nasional. Menariknya, angka capaian di Provinsi Gorontalo justru berhasil melompati rata-rata nasional, yakni menembus 99,99 persen dari total 2,44 juta rekening.
LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau Syarat 3T, yakni simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, dan nasabah tidak diindikasikan dan/atau terbukti melakukan pelanggaran hukum yang menyebabkan kerugian bank.(hasan/gopos)








