No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mengundurkan Diri, Soroti Dinamika Jelang Muktamar NU

Admin by Admin
Rabu 26 Agustus 2026
in Gorontalo
0
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, dr. KH. Burhanudin Umar,

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, dr. KH. Burhanudin Umar,

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, dr. KH. Burhanudin Umar, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 2026. 

Informasi yang dirangkum gopos.id bahwa surat tersebut, KH. Burhanudin Umar menyebut keputusan mundur bukanlah keputusan yang ringan. Ia menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan rumah besar yang dicintainya, tempat para ulama dan kiai mengabdikan ilmu, tenaga, serta kehidupannya untuk menjaga agama, umat, dan kemaslahatan bangsa.

Namun, setelah melalui perenungan dan pertimbangan yang mendalam, ia memilih mengakhiri amanah sebagai Rais Syuriyah PWNU Gorontalo.

Setidaknya terdapat dua alasan utama yang disampaikan KH. Burhanudin Umar dalam surat tersebut, yakni kondisi kesehatan serta dinamika yang berkembang menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.

Kondisi Kesehatan

Dalam suratnya, KH. Burhanudin Umar menjelaskan bahwa kondisi kesehatan dalam beberapa waktu terakhir mengharuskannya mengurangi aktivitas dan tanggung jawab yang membutuhkan tenaga serta perhatian besar.

Menurutnya, amanah sebagai Rais Syuriyah merupakan tanggung jawab berat yang harus ditunaikan secara maksimal.

Ketika kondisi kesehatan tidak lagi memungkinkan dirinya menjalankan amanah tersebut sebagaimana mestinya, ia menilai pengunduran diri merupakan pilihan yang lebih bertanggung jawab.

“Ketika kondisi kesehatan tidak lagi memungkinkan saya menjalankan amanah tersebut sebagaimana mestinya, maka mengundurkan diri adalah pilihan yang menurut saya lebih bertanggung jawab,” demikian salah satu bagian surat tersebut.

Soroti Dinamika Menjelang Muktamar NU

Selain persoalan kesehatan, KH. Burhanudin Umar juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap dinamika yang berkembang menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  3Store Perluas Akses Layanan Digital dan Perkuat Jaringan untuk Masyarakat di Gorontalo

Ia menyatakan mengikuti dan mengamati berbagai perkembangan dengan penuh keprihatinan. Dalam pandangannya, proses yang berkembang menjelang Muktamar semakin kuat diwarnai kepentingan politik, pragmatisme, serta praktik-praktik yang mengarah pada politik uang.

Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan kegelisahan mendalam karena tidak sejalan dengan nilai-nilai yang sejak awal menjadi fondasi jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Ia menyebut nilai-nilai tersebut antara lain keulamaan, keikhlasan, amanah, dan khidmah.

Khawatir Marwah dan Kepercayaan Umat

Dalam bagian lain suratnya, KH. Burhanudin Umar menyampaikan bahwa persoalan yang lebih memprihatinkan baginya adalah ketika pertimbangan moral dan akhlak tidak lagi memperoleh tempat yang semestinya dalam sikap dan tindakan sebagian pengurus.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama tidak semata-mata terletak pada besarnya organisasi, banyaknya jamaah, maupun kedekatan dengan kekuasaan.

Menurutnya, kekuatan NU justru terletak pada wibawa moral para ulama, keteladanan para pengurus, serta kepercayaan umat.

“Jabatan dalam Nahdlatul Ulama bukanlah sesuatu yang harus diperebutkan, apalagi dengan mengorbankan nilai-nilai yang selama ini diajarkan oleh para masyayikh dan muassis NU,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah untuk berkhidmah. Ketika sebuah amanah mulai didekati dengan logika transaksi dan kepentingan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi juga marwah jam’iyah dan kepercayaan umat kepada para ulama dan pengurusnya.

Seruan untuk Muhasabah

Meski memilih mundur, KH. Burhanudin Umar berharap dinamika yang terjadi dapat menjadi bahan muhasabah bersama bagi seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  PBNU : Beda Pilihan Hal Biasa, Persaudaraan Tetap Utama

Ia berharap NU tetap mampu meneguhkan dirinya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang menjunjung tinggi keikhlasan, amanah, akhlak, independensi ulama, serta kemaslahatan umat.

“Semoga dinamika yang terjadi saat ini dapat menjadi bahan muhasabah bersama, agar Nahdlatul Ulama kembali meneguhkan dirinya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang menjunjung tinggi keikhlasan, amanah, akhlak, independensi ulama, dan kemaslahatan umat,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga Nahdlatul Ulama dan membimbing para pemimpinnya, serta menjauhkan jam’iyah dari fitnah kekuasaan dan kepentingan sesaat.

Mundur dengan Penuh Kesadaran

Surat tersebut ditutup dengan penegasan bahwa keputusan pengunduran diri diambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

KH. Burhanudin Umar juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pengertian terhadap keputusan tersebut.

“Demikian surat pengunduran diri ini saya sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” tulisnya.

Surat itu ditandatangani oleh dr. KH. Burhanudin Umar, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, di Gorontalo pada 26 Agustus 2026.

Pengunduran diri tersebut sekaligus membuka perhatian publik terhadap dinamika internal Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah, khususnya menjelang Muktamar NU. Namun, berbagai kekhawatiran dan penilaian yang disampaikan dalam surat tersebut merupakan pandangan KH. Burhanudin Umar sebagaimana tertulis dalam surat pengunduran dirinya dan masih membutuhkan tanggapan dari pihak-pihak terkait. Sejauh ini gopos.id berusaha untuk mengkonfirmasi terkait mundurnya Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, dr. KH. Burhanudin Umar tersebut.  (adm-01/gopos)

Tags: dr. KH. Burhanudin UmarMukhtamar NUPBNURais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo
Previous Post

Dua Rumah Warga Ludes Dilalap Api di Kelurahan Biawu Kota Gorontalo

Next Post

Pemkot Kotamobagu Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Persatuan

Related Posts

Gorontalo

Pengemudi Bentor Mengeluh ke Gubernur, Ada Samsat “Minta Uang” Tambahan saat Pemeriksaan Kendaraan

Kamis 15 Oktober 2026
Gorontalo

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP Tahun 2026 

Kamis 15 Oktober 2026
Kandora Coffee, UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang dipimpin Arni Pabunga, membawa cita rasa kopi Toraja ke panggung perdagangan internasional melalui partisipasinya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026.
Gorontalo

Pertamina Bawa Kandora Coffee ke Trade Expo Indonesia 2026, Kopi Toraja Bidik Pasar Global 

Rabu 14 Oktober 2026
Gorontalo

Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

Rabu 14 Oktober 2026
Gorontalo

Penyalahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Gorontalo Deportasi 3 WNA Cina  

Selasa 13 Oktober 2026
Gorontalo

BMKG: Kualitas Udara di Gorontalo Tidak Sehat Akibat Asap Karhutla

Senin 12 Oktober 2026
Next Post

Pemkot Kotamobagu Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Persatuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 1313/Pohuwato Perintahkan Pemeriksaan Kesehatan dan Fisik Calon Prajurit TNI AD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.