GOPOS.ID, GORONTALO – Saat ini, wilayah Gorontalo mengalami kondisi cuaca cerah hingga cerah berawan, namun udara yang dihirup masyarakat terpengaruh oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) baik secara lokal maupun dari kiriman, Senin (12-10-2026).
Arimi Pratiwi Gani, S.Tr, Analis Ahli dari Bidang Meteorologi di BMKG Stasiun Meteorologi Klas I DJalaluddin Gorontalo, menjelaskan bahwa berdasarkan data satelit mengenai sebaran asap, pada tanggal 11, wilayah Gorontalo menerima kiriman asap dari Kalimantan. Meskipun pada hari ini tidak terpantau adanya kiriman asap, namun titik hotspot atau titik panas masih terdeteksi di beberapa lokasi. Hal ini menyebabkan kualitas udara di Gorontalo menjadi tidak sehat, yang juga terlihat dari pantauan karbon monoksida yang dilakukan oleh Stasiun GAW Palu (Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri).
Saat ini pergerakan angin di wilayah Gorontalo Didominasi dari arah timur. Diperkirakan, pada esok hari, kondisi cuaca di wilayah ini akan tetap cerah hingga cerah berawan, dengan udara yang kabur akibat asap karhutla baik secara lokal maupun kiriman dari Papua.

Menurut data Prediksi Sebaran PM2,5 yang diterbitkan oleh Stasiun GAW Palu, kondisi kualitas udara di Gorontalo saat ini berada pada tingkat sedang hingga tidak sehat. PM2,5 adalah partikel halus dengan ukuran kurang dari atau sama dengan 2.5 mikrometer, yang cukup kecil untuk masuk ke dalam saluran pernapasan dan aliran darah. Sumber utama dari PM2,5 ini berasal dari pembakaran biomassa, kebakaran lahan, kendaraan diesel, dan industri. Paparan jangka panjang terhadap PM2,5 dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru kronis.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang dapat memperburuk kesehatan mereka. Pemerintah daerah juga diharapkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan melindungi kesehatan warganya. (Putra/Gopos)








