GOPOS.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Nama Destry dikirim ke DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres) setelah ia menjalankan tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Surpres tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI, Senin (10/8/2026). Presiden hanya mengajukan satu nama untuk posisi orang nomor satu di bank sentral itu.
“Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti, yang sekarang beliau menjabat sebagai penjabat gubernur sementara,” kata Prasetyo usai menyerahkan Surpres di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara.
Menurut Prasetyo, secara resmi pimpinan DPR akan menyampaikan pengajuan tersebut kepada publik dan selanjutnya memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku.
Surpres diterima Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Selain mengajukan calon Gubernur BI, Presiden juga mengirimkan nama calon pengganti Deputi Senior Gubernur BI serta calon Deputi Gubernur BI.
Prasetyo mengatakan, pemerintah menyerahkan seluruh proses selanjutnya kepada DPR. Nama-nama yang diajukan akan melalui mekanisme sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Destry saat ini menjalankan tugas sebagai Pjs Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026.
Penunjukan Destry sebagai Pjs Gubernur BI sebelumnya dilakukan berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Undang-undang tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Setelah nama Destry diajukan secara resmi oleh Presiden, DPR akan menjadi penentu pada tahap berikutnya. Persetujuan parlemen akan membuka jalan bagi Destry untuk memimpin Bank Indonesia secara definitif di tengah tuntutan menjaga stabilitas moneter dan perekonomian nasional.(Antara/gopos)








